Musim Wisuda Tiba, Perusahaan Didorong Hadirkan Program Magang yang Adil

Oleh : Hariyanto | Rabu, 10 Juni 2026 - 10:21 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menjelang musim wisuda dan masa transisi mahasiswa tingkat akhir menuju dunia kerja, Jobstreet by SEEK mengingatkan perusahaan untuk merancang program magang yang lebih adil, relevan, dan kompetitif. Berdasarkan Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025, program magang yang mengutamakan pembelajaran, kepatuhan terhadap regulasi, serta kompensasi yang layak dinilai mampu menjadi strategi efektif dalam menarik talenta muda.

Temuan tersebut sekaligus menjadi acuan bagi perusahaan dalam membangun pipeline talenta untuk semester kedua tahun ini. Di tengah meningkatnya perhatian generasi muda terhadap pengalaman kerja yang bermakna, Jobstreet by SEEK menilai praktik magang tidak seharusnya bergeser menjadi sarana memperoleh tenaga kerja murah.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa 21% perusahaan merekrut tenaga kerja kontrak atau temporer dengan alasan utama menghemat biaya pegawai. Menurut Jobstreet by SEEK, pendekatan serupa perlu dihindari dalam penyelenggaraan program magang agar tujuan utamanya sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi tetap terjaga.

Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri, mengatakan bahwa program magang sejatinya menjadi jembatan bagi mahasiswa tingkat akhir untuk memahami dunia kerja profesional sebelum memasuki karier secara penuh.

“Program magang pada dasarnya adalah ruang pembelajaran bagi mahasiswa tingkat akhir untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional, memahami ritme kerja, dan mempersiapkan diri sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Karena itu, magang tidak seharusnya bergeser dari fungsi utamanya sebagai ruang pembelajaran menjadi sekadar sumber tenaga kerja berbiaya rendah, ataupun diposisikan sebagai mata pencaharian utama, melainkan sebagai jembatan transisi yang membantu talenta muda membangun kesiapan kerja,” ujar Sawitri.

Ia menambahkan, perusahaan tetap memiliki kewajiban mematuhi ketentuan pemerintah terkait pelaksanaan magang, mulai dari beban kerja, jam kerja, durasi program, hingga ketentuan gaji atau uang saku. Dengan desain program yang jelas dan selaras dengan capaian pembelajaran, magang dapat menjadi penghubung yang sehat antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Pandangan tersebut sejalan dengan temuan Workplace Happiness Index Indonesia 2025 yang menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki tingkat kebahagiaan kerja paling rendah dan lebih memperhatikan tujuan dalam bekerja serta keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Karena itu, pengalaman belajar yang bermakna, ruang untuk berkembang, dan kejelasan arah karier menjadi faktor penting bagi para talenta muda, selain kompensasi yang memadai.

Baca Artikel Lainnya

BULOG Siap Salurkan Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Keluarga Mulai Juli 2026

Kemendag Gandeng Bapanas Bangun Sistem Keamanan Pangan Nasional yang Lebih Terpadu

Kementerian Ekraf dan Kemenimipas Perkuat Pengawasan WNA, 25 Fotografer Asing Ilegal Dideportasi

Laporan yang sama juga mencatat sebanyak 47% perusahaan telah menyediakan program apprenticeship atau mentoring sebagai salah satu manfaat utama bagi karyawan. Hal ini menunjukkan semakin banyak perusahaan yang mulai menyadari pentingnya pengembangan talenta muda. Namun, Jobstreet by SEEK menilai inisiatif tersebut perlu dibarengi dengan pemberian kompensasi yang layak agar peserta magang memiliki fondasi ekonomi yang memadai selama menjalani program.

Selain itu, sebanyak 56% perusahaan di Indonesia telah mengadopsi inisiatif Diversity, Equity and Inclusion (DEI). Dalam implementasinya, perusahaan didorong untuk membuka akses magang bagi kandidat dari berbagai latar belakang ekonomi serta menghindari persyaratan informal yang dapat membatasi kesempatan bagi mereka yang tidak memiliki dukungan finansial memadai.

Jobstreet by SEEK menilai magang berbayar yang dirancang dengan baik dapat memberikan manfaat strategis bagi perusahaan. Selain memperkuat reputasi sebagai employer of choice, skema tersebut juga memperluas akses terhadap talenta terbaik dari berbagai lapisan masyarakat dan meningkatkan keterikatan peserta magang sehingga memperkuat pasokan kandidat untuk posisi penuh waktu di masa mendatang.

Menurut Jobstreet by SEEK, program magang yang menyeimbangkan pengalaman belajar, kepatuhan terhadap regulasi, serta kompensasi yang layak bukan hanya menjadi keputusan yang etis, tetapi juga langkah bisnis yang strategis untuk menjaga daya saing perusahaan dan menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Perusahaan yang mampu menghadirkan standar magang yang lebih bermartabat diyakini akan lebih mudah memenangkan hati generasi muda sekaligus membangun reputasi sebagai tempat kerja pilihan di masa depan.