Agentic AI Buka Babak Baru Inovasi Bisnis, Terralogiq Hadir sebagai Mitra Transformasi

Oleh : Candra Mata | Rabu, 03 Juni 2026 - 16:24 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perkembangan kecerdasan buatan kembali menjadi sorotan utama dalam gelaran Google I/O 2026. Jika dalam beberapa tahun terakhir dunia usaha berlomba memanfaatkan Generative AI untuk menghasilkan konten dan meningkatkan efisiensi kerja, kini perhatian industri mulai bergeser ke fase berikutnya yang dinilai jauh lebih transformatif: Agentic AI.

Berbeda dengan AI generatif yang bekerja berdasarkan instruksi pengguna untuk membuat konten, merangkum informasi, atau menjawab pertanyaan, Agentic AI hadir dengan kemampuan yang lebih mandiri. Teknologi ini memungkinkan sistem AI tidak hanya memberikan rekomendasi, tetapi juga merencanakan, mengambil keputusan, dan menjalankan serangkaian tugas secara otonom untuk mencapai tujuan tertentu.

Kemampuan tersebut membuka peluang baru bagi berbagai sektor industri. Mulai dari pengelolaan logistik yang lebih adaptif, layanan pelanggan yang semakin personal, hingga analisis data yang mampu memberikan respons proaktif terhadap perubahan kondisi bisnis secara real-time.

Menanggapi perkembangan tersebut, Chief Technology Officer (CTO) Terralogiq, Farry Argoebie, menilai bahwa Agentic AI akan menjadi salah satu katalis utama transformasi digital dalam beberapa tahun ke depan. Namun, menurutnya, adopsi teknologi ini membutuhkan fondasi yang matang agar mampu memberikan nilai bisnis yang optimal.

"Kita sedang melihat pergeseran paradigma yang masif. Jika dulu kita harus mendikte AI selangkah demi selangkah, hari ini Agentic AI mampu menerima satu tujuan besar dari kita, lalu sistem tersebut yang akan berpikir dan mengeksekusi cara mencapainya. Pengaruhnya terhadap efisiensi bisnis akan luar biasa besar," jelas Farry.

Menurutnya, potensi terbesar Agentic AI terletak pada kemampuannya mengurangi hambatan operasional dan mempercepat proses pengambilan keputusan di berbagai lini bisnis.

"Bagi industri di Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk memangkas hambatan operasional (operational friction). Bayangkan sistem operasional yang bisa memantau, mendiagnosis masalah, dan melakukan perbaikan sendiri secara real-time 24/7. Namun, tantangan terbesarnya bukanlah ketersediaan teknologinya, melainkan bagaimana mengintegrasikan agen-agen pintar ini ke dalam infrastruktur yang sudah ada secara aman, efisien, dan tepat sasaran," lanjutnya.

Meski menawarkan peluang besar, implementasi Agentic AI dinilai tidak selalu sederhana. Integrasi dengan sistem yang telah berjalan, tata kelola data, keamanan, serta kesiapan sumber daya manusia masih menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan transformasi tersebut.

Karena itu, kehadiran mitra teknologi yang memahami kebutuhan dan karakteristik pasar lokal dinilai semakin penting dalam membantu perusahaan mempercepat proses adopsi teknologi baru tanpa mengganggu operasional yang sudah berjalan.

Sebagai Google Premier Partner, Terralogiq menyatakan telah menyiapkan kapabilitas teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung perusahaan dalam menghadapi era Agentic AI. Dengan memanfaatkan ekosistem Google Cloud dan Google Maps Platform yang terus berkembang, perusahaan berupaya membantu pelaku bisnis merancang implementasi AI yang lebih terukur, efisien, dan selaras dengan kebutuhan operasional.

"Kami di Terralogiq percaya bahwa setiap tantangan teknologi selalu membawa peluang besar untuk memenangkan pasar. Fokus kami adalah memastikan bisnis di Indonesia tidak hanya menjadi penonton di era Agentic AI ini, tetapi mampu mengadopsinya dengan strategi yang tepat untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," tutup Farry.

Seiring semakin matangnya teknologi AI dan meningkatnya kebutuhan otomasi di berbagai sektor, Agentic AI diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama transformasi bisnis global. Dengan dukungan ekosistem teknologi yang tepat serta pemahaman lokal yang kuat, perusahaan-perusahaan Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum ini guna meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan di era digital berikutnya.