ASUS Perkenalkan Arsitektur AI Hybrid untuk Perangkat Komersial

Oleh : Hariyanto | Jumat, 29 Mei 2026 - 15:48 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta – ASUS memperkenalkan integrasi arsitektur AI hybrid pada seluruh lini perangkat komersialnya, mulai dari laptop ASUS ExpertBook, desktop ASUS ExpertCenter, hingga PC mini ASUS NUC. Langkah ini dilakukan untuk membantu perusahaan mengoptimalkan penerapan kecerdasan buatan generatif dengan tetap menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi biaya.

Perkembangan penggunaan model bahasa besar (LLM) dan aplikasi berbasis agen AI di kalangan perusahaan dinilai semakin pesat. Namun, tingginya biaya inferensi berbasis cloud menjadi tantangan utama bagi banyak organisasi yang ingin mengadopsi AI dalam skala besar. Selain biaya yang dinilai sulit diprediksi, ketergantungan penuh pada cloud juga menimbulkan kendala operasional.

Menjawab tantangan tersebut, ASUS menghadirkan arsitektur AI hybrid yang memungkinkan distribusi beban kerja secara dinamis antara perangkat lokal dan cloud. Dengan pendekatan ini, sebagian proses AI dapat dijalankan langsung di perangkat, sementara cloud digunakan untuk kebutuhan komputasi yang lebih kompleks.

“Menyeimbangkan performa dan biaya telah menjadi tantangan penting seiring peningkatan skala adopsi AI di perusahaan. Dengan AI hybrid, kami ingin memindahkan lebih banyak pemrosesan AI ke perangkat, mengurangi ketergantungan pada sumber daya cloud, serta meningkatkan efisiensi dan kepraktisan.” kata Bryan Chang, General Manager of Commercial PC BU, ASUS.

Ia menambahkan bahwa perluasan kemampuan AI hybrid ke berbagai perangkat komersial menunjukkan komitmen ASUS dalam mengubah PC AI menjadi solusi yang dapat diterapkan secara nyata dan terukur di lingkungan bisnis.

Pada sisi teknologi, ASUS mengintegrasikan teknologi ekstensi memori aiDAPTIV™ dari Phison. Teknologi tersebut memungkinkan perangkat dengan keterbatasan perangkat keras untuk tetap menjalankan model bahasa skala menengah hingga besar secara lokal. Dengan demikian, beban kerja AI yang sebelumnya membutuhkan infrastruktur kelas atas kini dapat dijalankan pada platform PC komersial.

Selain itu, sistem juga dibekali mekanisme perutean berbasis gateway yang mampu menentukan distribusi tugas AI berdasarkan tingkat kompleksitasnya. Pendekatan ini memungkinkan pemrosesan lokal diprioritaskan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Berdasarkan hasil pengujian PinchBench, sistem benchmarking untuk mengevaluasi model LLM sebagai agen pengkodean OpenClaw, pendekatan inferensi hybrid disebut mampu menekan biaya inferensi hingga 70 persen pada model AI skala menengah hingga besar seperti 26B dan 35B tanpa mengorbankan performa.

“aiDAPTIV memungkinkan eksekusi lokal dari model AI yang lebih besar dengan mengatasi keterbatasan memori tradisional, sementara inferensi hybrid secara signifikan mengurangi keseluruhan biaya komputasi. Kolaborasi kami dengan ASUS menunjukkan bagaimana teknologi ini dapat diterapkan secara efektif di seluruh platform komersial.” ujar K.S. Pua, CEO Phison.

ASUS menyebut teknologi AI hybrid tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan perusahaan, seperti terjemahan multibahasa, penyusunan email bisnis, ringkasan catatan rapat, analisis dokumen panjang, layanan pelanggan otomatis, hingga pengelolaan catatan CRM dan dukungan penjualan.

Dengan pemrosesan yang dilakukan secara lokal, perusahaan dinilai dapat mengurangi konsumsi token cloud sekaligus meningkatkan privasi data dan efisiensi respons. Pendekatan ini juga dinilai mampu mempercepat transisi perusahaan dari tahap uji coba AI menuju implementasi skala besar.

Ke depan, ASUS berkomitmen untuk terus mengembangkan platform PC AI dan komputasi komersialnya melalui integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan kemitraan ekosistem. Perusahaan menargetkan terciptanya infrastruktur AI yang mampu menyeimbangkan performa, biaya, dan fleksibilitas guna mendukung transformasi digital jangka panjang di sektor bisnis.