Emas Makin Dilirik di Tengah Gejolak Global, Public Gold Perkuat Ekosistem Edukasi

Oleh : Hariyanto | Rabu, 10 Juni 2026 - 19:53 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Public Gold Indonesia membidik pertumbuhan agresif dengan menargetkan 10 juta pelanggan pada 2030. Target tersebut didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi gejolak geopolitik, kenaikan harga minyak, hingga arah suku bunga yang masih belum menentu.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, emas semakin mendapat tempat sebagai instrumen investasi yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan dari inflasi dan depresiasi mata uang. Survei Populix pada Januari 2026 bahkan menunjukkan 80% responden Indonesia memilih emas sebagai aset safe haven paling dipercaya.

Founder dan Executive Chairman Public Gold Group Dato’ Seri Louis Ng mengatakan, selama satu dekade beroperasi di Indonesia, perusahaan tidak hanya berperan sebagai penyedia logam mulia, tetapi juga aktif membangun pemahaman masyarakat mengenai fungsi emas sebagai aset jangka panjang.

“Dengan visi menyediakan akses mudah, aman, dan terjangkau terhadap kepemilikan emas fisik berkualitas tinggi, Public Gold Indonesia ingin pula memberikan makna bagi masyarakat luas tentang pentingnya emas sebagai strategi investasi jangka panjang dan safe-haven asset,” kata Dato’ Seri Louis Ng dalam perayaan satu dekade Public Gold Indonesia di Ballroom Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat, Sabtu (6/6).

Public Gold yang berdiri di Malaysia pada 2008 dan mulai hadir di Indonesia sejak 2016 mengembangkan model bisnis yang tidak hanya berfokus pada penjualan logam mulia, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas melalui edukasi, pemanfaatan teknologi, dan kemitraan. Strategi tersebut berhasil mendorong pertumbuhan basis pelanggan perusahaan hingga mencapai sekitar 50.000 orang dengan dukungan ribuan Public Gold Business Owner (PGBO) yang aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiatan di sembilan cabang dan sejumlah daerah lainnya.

Head of Operations Public Gold Indonesia Febrina Amalia mengatakan, target 10 juta pelanggan pada 2030 dinilai realistis seiring perubahan persepsi masyarakat terhadap emas, khususnya dari kalangan generasi muda.

“Public Gold Indonesia menargetkan pencapaian 10 juta pelanggan pada tahun 2030 sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem edukasi emas lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Febrina.

Menurut dia, emas yang sebelumnya dianggap sebagai instrumen investasi konvensional kini mulai dilirik oleh generasi Z dan milenial sebagai aset pelindung di tengah tingginya ketidakpastian global. Tren tersebut menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Baca Artikel Lainnya

Manfaat Investasi Emas untuk Masa Depan

Akademisi Dorong Pembangunan Nasional Sejalan dengan UUD 45

10 Saham Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang dan Cara Memilih Sekuritas yang Tepat

Penguatan kepercayaan publik terhadap perusahaan juga ditandai dengan diperolehnya sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menjadi pengakuan atas kualitas produk Public Gold Indonesia. Penyerahan sertifikasi dilakukan dalam rangkaian Award Recognition Night 2026 yang menjadi bagian dari perayaan satu dekade perusahaan dan dihadiri sekitar 400 peserta dari Indonesia dan Malaysia.

Melalui momentum tersebut, Public Gold Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi mengenai pentingnya kepemilikan emas fisik. Bagi perusahaan, literasi emas tidak sekadar menjadi strategi bisnis, melainkan misi jangka panjang untuk membantu masyarakat menjaga dan mewariskan kekayaan secara berkelanjutan lintas generasi.