Jannah Firdaus Siapkan Program Solidaritas, Bantu 500 Jamaah Umrah Terdampak Gagal Berangkat
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Maraknya kasus ribuan calon jamaah umrah yang gagal berangkat meski telah melunasi biaya perjalanan mendorong sejumlah pelaku industri perjalanan ibadah mengambil langkah konkret. Salah satunya dilakukan oleh Jannah Firdaus Tour & Travel yang meluncurkan Program Solidaritas Umrah untuk membantu jamaah terdampak agar tetap dapat berangkat ke Tanah Suci.
Owner dan CEO Jannah Firdaus Tour & Travel, Wael Ahmed, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap jamaah yang telah menyiapkan waktu, biaya, dan harapan besar untuk memenuhi panggilan ibadah ke Baitullah.
“Bagi kami, setiap kerinduan menuju Ka'bah layak diperjuangkan. Jamaah telah menyiapkan waktu, biaya, tenaga, dan harapan besar untuk menjadi tamu Allah. Karena itu, kami ingin menjadi bagian dari solusi agar kerinduan tersebut tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Wael dalam keterangannya, Minggu (31/5).
Melalui program tersebut, perusahaan menyiapkan kuota khusus untuk memberangkatkan hingga 500 jamaah terdampak secara bertahap. Jamaah yang memenuhi persyaratan dan lolos proses verifikasi akan memperoleh sejumlah kemudahan, termasuk potongan biaya perjalanan serta prioritas penjadwalan keberangkatan.
Wael menegaskan bahwa inisiatif tersebut tidak semata-mata menjadi program bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral perusahaan kepada sesama umat Islam yang masih menantikan kesempatan beribadah ke Tanah Suci.
“Kami siap membantu dan memberangkatkan jamaah yang terdampak. Ini bukan sekadar program, tetapi bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral untuk membantu saudara-saudara muslim yang masih menyimpan harapan besar menuju Baitullah,” katanya.
Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Jannah Firdaus telah menyiapkan keberangkatan umrah mulai 8 Juni 2026. Jadwal tersebut menjadikan perusahaan sebagai salah satu penyelenggara yang membuka musim umrah lebih awal setelah berakhirnya operasional musim haji.
Direktur Jannah Firdaus Tour & Travel, H. Rahmat Syam Karya Putra, menyatakan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan guna memastikan proses keberangkatan berjalan lancar dan nyaman bagi jamaah.
“Kami memahami bahwa banyak jamaah yang telah menanti kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci. Oleh karena itu, seluruh aspek operasional telah kami siapkan dengan matang, mulai dari penerbangan, akomodasi, transportasi, hingga pelayanan dan pendampingan ibadah di Arab Saudi. Komitmen kami adalah memastikan setiap jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujarnya.
Selain jadwal keberangkatan perdana pada Juni mendatang, perusahaan juga menyediakan sejumlah pilihan jadwal lain yang dapat dipilih secara fleksibel sesuai kebutuhan jamaah. Menurut Wael, kesiapan operasional tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi jamaah yang ingin segera merealisasikan rencana ibadahnya.
“Kami sudah siap memberangkatkan jamaah mulai 8 Juni 2026. Jamaah yang terdampak dapat memilih jadwal yang paling sesuai dengan kesiapan mereka. Kami ingin memastikan kerinduan mereka menuju Baitullah dapat segera terwujud,” katanya.
Di tengah tren kenaikan harga tiket penerbangan dan meningkatnya biaya operasional perjalanan umrah, Jannah Firdaus mengaku tetap mempertahankan harga paket perjalanan yang kompetitif. Perusahaan menawarkan paket umrah mulai dari Rp23 juta per jamaah melalui berbagai langkah efisiensi operasional serta penguatan kerja sama internasional.
“Walaupun harga yang kami tawarkan termasuk yang paling terjangkau di Indonesia, kami tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan. Kami ingin sebanyak mungkin umat Islam dapat memenuhi panggilan Allah tanpa terkendala biaya,” ungkap Wael.
Sebagai penyelenggara perjalanan ibadah yang telah beroperasi sejak 2003, Jannah Firdaus menyebut telah melayani puluhan ribu jamaah umrah dan haji. Perusahaan juga terdaftar sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) di bawah Kementerian Agama serta telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015.
Wael menilai rekam jejak perusahaan selama lebih dari dua dekade menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan jamaah di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola penyelenggaraan perjalanan ibadah.
“Alhamdulillah, selama ini kami terus menjaga komitmen keberangkatan jamaah. Kepercayaan jamaah adalah amanah yang harus kami jaga dengan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Hingga akhir 2026, Jannah Firdaus menargetkan dapat memberangkatkan sekitar 30.000 jamaah umrah dan haji plus. Perusahaan optimistis target tersebut dapat dicapai melalui dukungan jaringan operasional yang luas, kemitraan internasional, serta sistem pelayanan terpadu yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun.
“Kami percaya setiap muslim yang telah berniat menjadi tamu Allah adalah saudara yang harus didukung dan dibantu. Semoga program ini menjadi jalan bagi saudara-saudara kita untuk tetap dapat mewujudkan impian menuju Baitullah,” tutup Wael.