AMMAN Bukukan Pemulihan Tajam di Kuartal I 2026

Oleh : Candra Mata | Kamis, 30 April 2026 - 19:39 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Memasuki tahun 2026, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) menunjukkan pijakan yang semakin mantap sebagai perusahaan tambang terintegrasi dari hulu ke hilir. Melalui dua entitas anaknya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri, perusahaan kini tidak hanya berfokus pada ekstraksi, tetapi juga pemurnian—mengukuhkan posisinya sebagai produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.

Awal tahun ini dibuka dengan performa operasional yang solid. Produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering, didorong oleh peningkatan volume bijih segar serta kualitas kadar yang lebih baik.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis. Dari sisi pertambangan, produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering, didukung oleh peningkatan jumlah bijih segar yang ditambang serta perbaikan kadar bijih,” ujar Arief Sidarto, Direktur Utama AMMAN.

Di sisi hilir, perusahaan terus mendorong optimalisasi fasilitas smelter dan precious metal refinery (PMR). Sejumlah uji performa telah berhasil dilalui, sementara tahap pengujian yang tersisa menunjukkan progres positif dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Namun, kuartal pertama ini juga menjadi periode transisi. Dengan masih diperbolehkannya ekspor konsentrat, AMMAN menjalankan pemeliharaan tahunan smelter. Kombinasi antara downtime terencana dan penjualan sebagian konsentrat membuat tingkat produksi belum sepenuhnya optimal.

Produksi katoda tembaga tercatat sebesar 27.670 ton—sekitar 50% dari kapasitas rata-rata, sementara produksi emas murni mencapai 66.209 ons, atau sekitar 46% dari kapasitas.

Di tengah kondisi tersebut, perusahaan tetap menjaga arah strategisnya. Proyek-proyek ekspansi utama, termasuk pengembangan pabrik konsentrator dan pembangunan PLTGU, terus berjalan sesuai rencana. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat daya saing biaya ke depan.

Secara finansial, kinerja AMMAN menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dukungan dari ekspor konsentrat, volume penjualan yang meningkat, serta harga komoditas yang lebih tinggi mendorong penjualan bersih mencapai US$808 juta.

Perbaikan ini tercermin jelas pada profitabilitas. EBITDA melonjak dari posisi negatif US$42 juta pada Q1 2025 menjadi US$508 juta, dengan margin 63%. Sementara itu, laba bersih berbalik dari rugi US$138 juta menjadi laba US$163 juta, dengan margin 20%.

“Prioritas utama kami tetap memastikan kinerja smelter yang stabil, andal, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, inisiatif ekspansi kami yang lebih luas termasuk CCPP, fasilitas regasifikasi LNG, dan ekspansi pabrik konsentrator diharapkan semakin meningkatkan ketahanan operasional dan daya saing jangka panjang kami,” lanjut Arief.

Di luar kinerja internal, perusahaan juga tetap mencermati dinamika global. Ketegangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah, memberikan tekanan terhadap biaya energi dan operasional.

Meski demikian, optimisme jangka panjang tetap terjaga.

“Kami yakin bahwa prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat, sehingga menempatkan AMMAN pada posisi yang baik untuk pertumbuhan berkelanjutan,” tutup Arief Sidarto.