Integrasi Hulu-Hilir Jadi Fokus MET CONNEX 2026 untuk Daya Saing Global

Oleh : Candra Mata | Jumat, 15 Mei 2026 - 12:57 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Transformasi industri energi global mendorong Indonesia untuk memperkuat integrasi antara sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Sinkronisasi dari proses hulu hingga hilir dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan industri mineral yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah percepatan transisi menuju energi hijau.

Menjawab tantangan tersebut, MET CONNEX 2026 kembali digelar untuk ketiga kalinya dengan mengusung tema “Strengthening Indonesia’s Metallurgy Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness.” Ajang ini menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri pertambangan, pengolahan mineral, regulator, hingga penyedia teknologi guna memperkuat nilai tambah sektor mineral dan logam nasional.

Penyelenggaraan MET CONNEX 2026 berlangsung di Jakarta International Community Center (JICC) dengan menghadirkan dua agenda utama. Agenda pertama berupa Technical Mineral Processing Short Course yang digelar pada Selasa, 12 Mei 2026. Program ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman teknis para profesional industri terkait metode pengolahan mineral terkini, studi kelayakan proyek, hingga strategi optimasi proses produksi.

Sementara itu, agenda kedua yakni Conference & Exhibition berlangsung pada 12–13 Mei 2026. Forum ini menghadirkan diskusi strategis yang mempertemukan pemimpin industri, pembuat kebijakan, akademisi, serta inovator teknologi untuk membahas perkembangan sektor metalurgi dan pertambangan nasional.

Selain sesi panel mengenai tren keberlanjutan dan tantangan industri masa depan, peserta juga dapat menjelajahi pameran teknologi terbaru serta mengikuti sesi networking eksklusif yang dirancang untuk membuka peluang kerja sama jangka panjang.

Melalui penyelenggaraan MET CONNEX 2026, diharapkan tercipta ekosistem industri mineral yang semakin kompetitif dan inovatif. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengolahan mineral strategis di tingkat global sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan antara sektor pertambangan dan metalurgi nasional.