Teknologi Jadi Andalan, Bisnis Logistik ASSA Tumbuh 21% pada Kuartal I-2026

Oleh : Hariyanto | Jumat, 19 Juni 2026 - 12:53 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) semakin menegaskan bisnis logistik sebagai pilar utama pertumbuhan perseroan. Emiten yang juga mengelola bisnis transportasi serta ekosistem kendaraan bekas ini terus memperkuat kapabilitas logistik berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas layanan end-to-end.

Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto mengatakan pemanfaatan teknologi telah menjadi fondasi utama pengembangan bisnis logistik perseroan. Sejumlah inovasi telah diterapkan, mulai dari robotic sorting yang digunakan oleh Anteraja sebagai yang pertama di Indonesia hingga Warehouse Management System (WMS) pada layanan pergudangan dan pemenuhan pesanan Titipaja.

"Di ASSA logistik, teknologi bukan suatu tambahan, tetapi merupakan urat nadi pertumbuhan bisnis dan layanan-layanan bagi para pengguna untuk memberikan solusi bagi masalah logistik mereka end to end, mulai dari first hingga last mile," ujar Prodjo dalam keterangannya, Rabu (17/6).

ASSA telah mengintegrasikan seluruh layanan logistiknya dari tahap awal hingga pengiriman akhir. Perseroan juga melengkapi layanannya dengan logistik rantai dingin, logistik halal, serta green logistic untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.

Di sisi digitalisasi, perseroan mengandalkan Transportation Management System (TMS) yang telah digunakan sejak lama. Pada kuartal I-2026, layanan TMS bahkan ditambahkan sebagai kegiatan usaha baru untuk memperluas kapabilitas logistik sekaligus memperkuat daya saing di tengah pertumbuhan industri logistik.

Prodjo menilai integrasi sistem berbasis teknologi memberikan visibilitas yang lebih baik pada rantai pasok serta meningkatkan produktivitas distribusi.

"Integrasi sistem berbasis teknologi mendukung visibilitas end-to-end pada rantai pasok, dan TMS menjadi bagian penting dari transformasi digital ASSA sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih produktif, terintegrasi, dan optimal," kata dia.

Selain memperkuat bisnis logistik, ASSA juga terus meningkatkan sinergi dengan lini bisnis rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas yang dijalankan melalui PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) dengan merek JBA, Caroline.id, dan Motogadai. Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan profitabilitas.

Upaya tersebut tercermin pada kinerja kuartal I-2026. ASSA membukukan pendapatan Rp1,5 triliun atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen logistik menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 21% secara tahunan dan menyumbang sekitar 45% terhadap total pendapatan perseroan.

Baca Artikel Lainnya

Perkuat Logistik Nasional, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)Siap Ekspansi ke Angkutan Laut

KAI Logistik Perkuat Rantai Pasok Industri, Volume Angkutan Barang Tembus 6,8 Juta Ton

Regulasi Baru Uni Eropa Tekan Biaya, FedEx Genjot Pendampingan Pelaku Usaha

Seiring dengan kinerja yang positif, pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp110,7 miliar atau Rp30 per saham. Sebelumnya, ASSA telah membagikan dividen interim Rp73,8 miliar atau Rp20 per saham pada kuartal III-2025.

Dengan demikian, total dividen yang dibagikan perseroan mencapai Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham, setara dengan 44% dari laba bersih tahun 2025 yang sebesar Rp417,7 miliar.

"Kami optimistis penguatan lini bisnis dan efisiensi yang terus dilakukan ini akan mendorong profitabilitas dan pertumbuhan kinerja Perseroan dalam jangka panjang," tutup Prodjo.