J&T Express Dorong Pebisnis Muda Naik Level Lewat Super Seller Competition

Oleh : Hariyanto | Jumat, 29 Mei 2026 - 15:36 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Minat generasi muda untuk memulai bisnis terus menunjukkan tren positif. Riset SMERU pada 2022 mencatat sebanyak 73% anak muda tertarik untuk menjalankan usaha sendiri. Kehadiran media sosial dan platform digital juga semakin memudahkan anak muda memasarkan produk tanpa harus memiliki toko fisik terlebih dahulu.

Meski demikian, tantangan terbesar bagi pebisnis muda kerap muncul ketika usaha mulai berjalan dan harus berkembang ke tahap berikutnya. Banyak bisnis mampu mendapatkan pelanggan pertama, tetapi belum siap melakukan ekspansi dan memperkuat fondasi usaha agar bisa tumbuh secara berkelanjutan.

CEO & Founder Skin Game, Michella Ham, mengatakan membangun bisnis membutuhkan komitmen dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, pelaku usaha muda perlu memiliki mental tahan banting serta keberanian untuk terus belajar.

“Memiliki bisnis seperti memiliki anak yang harus dijaga sepenuh hati. Kita perlu memahami apa yang dibutuhkan bisnis. Kalau salah langkah, bisnis bisa sulit naik level. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu tahan banting, berani belajar, dan tidak ragu bertanya kepada orang-orang yang lebih berpengalaman,” ujar Michella.

Salah satu tantangan yang umum dihadapi pebisnis muda adalah kondisi ketika bisnis sudah memiliki pelanggan, namun arus modal masih terus habis untuk memenuhi kebutuhan produksi berikutnya. Situasi tersebut membuat pelaku usaha memiliki ruang terbatas untuk menambah stok, meningkatkan kualitas kemasan, memperluas promosi, hingga menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, produk yang sudah laku di lingkungan kampus atau komunitas belum tentu siap untuk dipasarkan secara lebih luas. Pebisnis muda perlu memastikan kesiapan dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, strategi pemasaran, hingga sistem pengiriman agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Di sisi lain, banyak pebisnis muda juga masih menghadapi keterbatasan akses terhadap mentor dan jejaring bisnis. Fokus menjalankan operasional harian membuat mereka belum memiliki cukup ruang untuk memikirkan strategi pengembangan usaha dalam jangka panjang.

Melihat tantangan tersebut, kompetisi bisnis dinilai dapat menjadi salah satu momentum bagi mahasiswa dan fresh graduate untuk membawa usaha mereka naik level. Selain membuka peluang mendapatkan tambahan modal, kompetisi juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan bisnis dan memperoleh masukan dari pelaku industri yang lebih berpengalaman.

Kesempatan tersebut dihadirkan oleh J&T Express melalui program J&T Super Seller Competition. Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa aktif maupun fresh graduate maksimal satu tahun setelah lulus yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan, dengan produk berupa barang yang dapat dikirim menggunakan jasa pengiriman.

Sebanyak 10 finalis akan memperoleh dana inkubasi masing-masing Rp20 juta. Sementara itu, tiga pemenang utama akan mendapatkan hadiah senilai Rp100 juta, Rp75 juta, dan Rp50 juta, serta tambahan tabungan usaha dari BCA masing-masing sebesar Rp25 juta.

Kompetisi ini juga menghadirkan sejumlah juri dari kalangan praktisi dan pelaku usaha, termasuk Raditya Dika dan Michella Ham. Peserta diharapkan dapat memperoleh insight terkait pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga cara memahami kebutuhan pasar secara lebih tepat.

Brand Manager J&T Express, Herline Septia, mengatakan pihaknya ingin membantu pebisnis muda tidak hanya dalam tahap memulai usaha, tetapi juga ketika bisnis mulai berkembang dan membutuhkan dukungan lebih besar.

“Kami memahami bahwa tantangan wirausaha muda tidak berhenti pada keberanian untuk memulai bisnis. Ketika usaha mulai berjalan, mereka membutuhkan akses terhadap wadah pengembangan, dukungan modal, serta pendampingan yang relevan agar bisnisnya dapat bertumbuh lebih terarah. Melalui J&T Super Seller Competition, kami berharap dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa dan fresh graduate untuk mengembangkan potensi usahanya dan membawa bisnis mereka naik level,” ujar Herline.