J&T Express Perkuat Strategi ESG, Dorong Operasi Hijau hingga Pengembangan Talenta

Oleh : Hariyanto | Rabu, 20 Mei 2026 - 17:31 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - J&T Express merilis Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) 2025 yang menyoroti langkah perusahaan dalam memperkuat praktik keberlanjutan di seluruh jaringan logistik globalnya. Dalam laporan tersebut, perusahaan menegaskan fokus pada transformasi operasi hijau, efisiensi energi, perlindungan hak pekerja, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola bisnis sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.

Di tengah tekanan terhadap industri logistik global akibat tuntutan efisiensi dan keberlanjutan, J&T Express mempercepat transformasi operasional berbasis teknologi melalui pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan big data. Teknologi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan rute distribusi, meningkatkan efisiensi proses sortir, hingga memperkuat layanan last-mile delivery.

Sepanjang 2025, perusahaan juga memperluas jaringan global dengan membangun 14 kawasan logistik inti dengan total luas mencapai 1,05 juta meter persegi. Infrastruktur operasional diperkuat melalui penggunaan lebih dari 150.000 permanent magnet synchronous motorized rollers serta lebih dari 400 conveyor hemat energi. Dari sisi pengurangan limbah, perusahaan memperluas penggunaan kantong transit reusable yang mencapai 38,27 juta unit dan telah digunakan sebanyak 3,33 miliar kali.

Komitmen terhadap transportasi rendah karbon juga terus diperluas di berbagai negara operasional. Di China, armada truk berbahan bakar LNG mencapai 1.697 unit atau sekitar 30% dari total armada. Sementara di Filipina, operasional logistik telah menggunakan 100% biodiesel B5, sedangkan di Singapura sekitar 6% armada telah beralih ke kendaraan listrik. Hingga akhir 2025, perusahaan juga telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom untuk mendukung efisiensi distribusi.

Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, J&T Express juga menempatkan perlindungan dan pengembangan karyawan sebagai bagian penting strategi ESG perusahaan. Implementasi Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 di China disebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat perlindungan pekerja di era ekonomi digital. Program tersebut mencakup lebih dari 290.000 pekerja dengan fokus pada perlindungan upah, transparansi algoritma, serta pengembangan karier.

Di bidang pengembangan talenta, perusahaan memperluas sistem pelatihan digital global. Jumlah kursus pada platform pembelajaran daring meningkat 60% sepanjang tahun lalu, sementara total jam pelatihan meningkat hingga 2,8 kali lipat. Selain itu, lebih dari 27.000 sesi pelatihan keselamatan telah digelar secara global dengan melibatkan lebih dari 1,4 juta peserta.

Komitmen sosial perusahaan juga diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan bantuan kemanusiaan. Di Chongqing, China, J&T Express memanfaatkan drone untuk membantu distribusi jeruk di wilayah pegunungan dengan kapasitas angkut mencapai 10 ton per hari. Inisiatif tersebut dinilai mampu membantu petani menekan biaya tenaga kerja dan mempercepat distribusi hasil panen.

Di Indonesia, perusahaan turut aktif dalam penanganan bencana banjir di Aceh dengan mengerahkan penerbangan khusus untuk mengirimkan 13 ton bantuan ke wilayah terdampak. Selain itu, program sosial perusahaan sepanjang 2025 juga dijalankan melalui inisiatif J&T Antar Inspirasi yang memberikan apresiasi pendidikan kepada pelajar, pelatihan guru, hingga distribusi buku bacaan di Wakatobi.

Pada perayaan ulang tahun ke-10 perusahaan, J&T Express juga membagikan makanan gratis kepada lebih dari 26 ribu penerima di berbagai daerah Indonesia, menyalurkan 1.000 paket sembako di sejumlah kota, serta melakukan revitalisasi fasilitas publik di Surabaya, Bekasi, dan Semarang.

Di sisi tata kelola, perusahaan memperkuat standar kepatuhan global melalui kebijakan anti-korupsi, anti pencucian uang, perlindungan rantai pasok, serta penguatan persaingan usaha yang sehat. Sepanjang periode pelaporan, seluruh direksi dan manajemen senior perusahaan telah mengikuti pelatihan anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan anti-korupsi dengan tingkat partisipasi 100%. Sementara pelatihan integritas juga telah menjangkau lebih dari 89.000 karyawan.

Chief Financial Officer J&T Express, Dylan Tey mengatakan ESG kini telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan. “Sepanjang tahun terakhir, J&T Express secara konsisten mendorong transformasi transportasi rendah karbon serta penguatan tata kelola model kerja baru, termasuk melalui pengembangan solusi logistik berkelanjutan dan inisiatif algorithm negotiation mechanisms yang terdepan di industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan memperkuat tata kelola ESG serta transparansi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.