Pengiriman Jarak Jauh Lalamove Melonjak 47% pada Awal 2026

Oleh : Hariyanto | Jumat, 29 Mei 2026 - 19:59 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Kebutuhan distribusi yang semakin cepat dan fleksibel mendorong pertumbuhan layanan logistik jarak jauh di Indonesia. Lalamove Indonesia mencatat pertumbuhan pengiriman jarak jauh sebesar 47% secara tahunan pada periode Januari hingga April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin banyak pelaku usaha yang mengandalkan layanan pengiriman fleksibel untuk menunjang operasional bisnis tanpa perlu menambah investasi armada sendiri. Perusahaan menilai tren ini didorong kebutuhan efisiensi biaya operasional di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan kebutuhan logistik saat ini tidak lagi terbatas pada pengiriman instan dalam kota, tetapi juga berkembang ke distribusi antarwilayah yang lebih efisien.

“Pertumbuhan pengiriman jarak jauh menunjukkan bahwa kebutuhan logistik kini semakin berkembang, tidak hanya untuk pengiriman instan dalam kota, tetapi juga untuk mendukung distribusi antar-wilayah dengan lebih efisien. Lalamove ingin terus menjadi mitra logistik yang dapat membantu pelaku usaha berkembang melalui solusi pengiriman yang fleksibel dan mudah diakses,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (28/5).

Berdasarkan data internal perusahaan, mayoritas pengiriman jarak jauh berada pada rentang 50–80 kilometer dengan kontribusi 78% terhadap total pengiriman. Adapun pengiriman dengan jarak 80–100 kilometer menyumbang 9%, sementara pengiriman di atas 100 kilometer mencapai 13%.

Rute yang paling banyak digunakan meliputi Jakarta–Kota Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung. Tingginya aktivitas pengiriman di jalur tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi di kawasan penyangga dan pusat ekonomi nasional, terutama seiring pertumbuhan perdagangan dan aktivitas UMKM.

Untuk mendukung kebutuhan pengiriman yang beragam, Lalamove Indonesia menyediakan sejumlah pilihan armada mulai dari sedan, van, hingga pickup bak. Perusahaan mencatat pickup bak menjadi armada yang paling banyak digunakan untuk pengiriman jarak jauh dengan kontribusi 27%, disusul van sebesar 22% dan sedan sebesar 21%.

Dari sisi industri, sektor retail dan wholesale tercatat sebagai pengguna terbesar layanan pengiriman jarak jauh. Kondisi tersebut memperlihatkan kebutuhan pelaku usaha terhadap solusi logistik yang cepat dan praktis guna menjaga kelancaran distribusi barang.

Salah satu pengguna layanan, Angga, pengusaha distributor makanan dan kebutuhan rumah tangga asal Bekasi, mengaku terbantu dengan layanan pengiriman fleksibel untuk menunjang operasional bisnisnya sejak 2022.

“Di jam berapapun saya butuh pengiriman, Lalamove selalu ada baik itu dalam kota hingga pengiriman ke Bandung. Dengan Lalamove, urusan operasional lebih praktis hanya cukup mengeluarkan biaya pengiriman dan tol, dengan berbagai jenis kendaraan,” kata Angga.

Selain menghadirkan berbagai pilihan armada, Lalamove Indonesia juga menyediakan fitur pembayaran tol langsung melalui aplikasi guna mempermudah pengiriman lintas wilayah secara lebih transparan dan efisien.

Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat layanan logistik seiring meningkatnya mobilitas bisnis dan kebutuhan distribusi di berbagai daerah.