Kaleidoskop Energi 2025: PYC dan DEN Soroti Arah Kebijakan Energi Nasional Menuju 2026

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 14 Januari 2026 - 00:31 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menggelar forum strategis bertajuk “Kaleidoskop Energi: Refleksi Isu Energi 2025 dan Outlook 2026” di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan (13/1/2026). 

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi penting atas dinamika isu energi nasional dan global sepanjang 2025, sekaligus merumuskan arah kebijakan energi Indonesia di tahun 2026.

Forum ini juga dirangkaikan dengan pemaparan Outlook Energi Nasional 2026 oleh Dewan Energi Nasional (DEN). Dalam sambutan kuncinya, Sekretaris Jenderal DEN, Dadan Kusdiana, menegaskan bahwa sinergi kebijakan lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Ketidakpastian global, transisi energi, serta tantangan geopolitik dan ekonomi internasional menuntut kolaborasi yang lebih erat antar pemangku kepentingan,” ujar Dadan. Menurutnya, kebijakan energi ke depan tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional.

Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center, Dr. Filda C. Yusgiantoro, dalam paparannya menilai bahwa 2025 menjadi periode krusial dalam perjalanan transisi energi Indonesia. Ia menekankan bahwa isu energi tidak lagi sebatas pada persoalan pasokan dan harga.

“Tantangan energi saat ini menyangkut keberlanjutan, keamanan nasional, hingga daya saing ekonomi Indonesia di masa depan,” kata Filda. Ia menambahkan, keberhasilan transisi energi akan sangat menentukan posisi Indonesia dalam peta ekonomi global yang semakin mengarah pada ekonomi hijau.

Paparan Outlook Energi Nasional 2026 menyoroti proyeksi kebutuhan energi, arah kebijakan bauran energi, serta prioritas strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Pemerintah dinilai perlu mempercepat pengembangan energi terbarukan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi konvensional selama masa transisi.

Diskusi semakin kaya dengan tanggapan dari perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Luar Negeri, serta Pertamina Energy Institute. Ketiganya menyoroti keterkaitan erat antara isu energi dengan pembangunan nasional, diplomasi energi, serta transformasi sektor energi di tengah perubahan lanskap global.

Kegiatan Kaleidoskop Energi 2025 menjadi bagian dari agenda diseminasi tahunan PYC yang secara konsisten mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor. Mulai dari kementerian dan lembaga, BUMN, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil dan think tank di bidang energi turut ambil bagian dalam forum ini.

Melalui dialog yang berbasis kajian dan data, PYC berharap forum ini dapat menjadi wadah konstruktif untuk mendukung perumusan kebijakan energi nasional yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.***