ASAKI Klaim Indonesia Sudah Swasembada Keramik

Oleh : Ridwan | Kamis, 04 Juni 2026 - 17:15 WIB

INDUSTRY.co.idTangerang - Industri keramik nasional disebut telah memasuki fase swasembada setelah mengalami lonjakan kapasitas produksi dalam beberapa tahun terakhir.

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) bahkan mengklaim kapasitas tambahan yang tercipta jauh melampaui volume impor tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia.

Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menyatakan, industri keramik nasional saat ini telah mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar domestik secara mandiri tanpa bergantung pada impor.

Menurut Edy, peningkatan kapasitas produksi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikator kuat bahwa industri keramik Indonesia telah mencapai tahap swasembada.

"Industri keramik telah mengalami masa swasembada. Kita tidak kalah, bahkan bisa dibilang tidak swasembada beras saja," kata Edy dalam gelaran Keramika 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Kamis (4/6).

Ia menjelaskan, industri keramik nasional telah menambah kapasitas produksi sebesar 134 juta meter persegi. Selain itu, pada periode 2027-2029 akan ada tambahan kapasitas baru mencapai 56 juta meter persegi.

Dengan demikian, total penambahan kapasitas industri keramik selama periode 2020-2029 diperkirakan mencapai 190 juta meter persegi atau meningkat sekitar 35 persen.

Menurut Edy, angka tersebut sangat signifikan jika dibandingkan dengan impor keramik tertinggi sepanjang sejarah Indonesia yang terjadi pada 2024 sebesar 78 juta meter persegi.

"Pertambahan kapasitas 190 juta meter persegi ini setara sekitar 2,5 kali lipat dari angka impor tertinggi sepanjang sejarah yang terjadi pada 2024 sebesar 78 juta meter persegi," ujarnya.

Edy menilai kondisi tersebut membuktikan bahwa industri keramik nasional kini memiliki kemampuan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pasar dalam negeri.

"Artinya, hari ini kami mampu memenuhi semua kebutuhan dalam negeri, bahkan tanpa ekspor pun," katanya.

ASAKI optimistis penguatan kapasitas produksi akan semakin meningkatkan daya saing industri keramik Indonesia di tengah tantangan perdagangan global, termasuk persaingan dengan produk impor dan tekanan akibat kelebihan kapasitas produksi dunia.

Selain memperkuat pasar domestik, peningkatan kapasitas tersebut juga dinilai membuka peluang lebih besar bagi pelaku industri untuk memperluas penetrasi ekspor dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen keramik terbesar di dunia.