Ekspor Industri Kosmetik RI Meroket, Kemenperin-Perkosmi Gaspol Perkuat IKM
INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Ekspor industri kosmetik nasional meroket 13% menjadi USD473,8 juta pada 2025, dan Kementerian Perindustrian bersama Perkosmi langsung tancap gas memperkuat rantai pasok IKM agar momentum ini tidak berhenti.
Kolaborasi ini fokus memperluas kemitraan lokal, mempermudah akses bahan baku lewat maklon, dan membuka jalur distribusi baru bagi lebih dari 1.500 industri kosmetik dalam negeri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut pertumbuhan pasar kosmetik yang terus meningkat harus diimbangi penguatan kualitas dan ekosistem industri. Menurutnya, 90% dari 1.500 industri kosmetik yang tercatat BPOM akhir 2025 adalah IKM, sehingga peran usaha kecil menengah menjadi kunci menjaga daya saing.
“Dengan jumlah pelaku usaha yang semakin besar, kami berharap industri ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Agus di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.
Agus mengakui IKM kosmetik masih menghadapi kendala bahan baku, pemasaran, dan akses ke rantai pasok industri besar. Ia menegaskan penyelesaian masalah ini butuh kerja sama pemerintah pusat, daerah, asosiasi, akademisi, hingga industri besar.
“Kemitraan membuat IKM mendapat kemudahan pengadaan bahan baku melalui maklon, memperluas akses distribusi dan pemasaran, hingga masuk ke rantai pasok industri besar. Dengan begitu tercipta ekosistem yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan strategi penguatan dilakukan lewat kolaborasi multipihak yang melibatkan BPOM, perguruan tinggi, lokapasar, ritel, dan industri besar. Kolaborasi ini sudah menghasilkan kemitraan langsung dengan pelaku IKM kosmetika.
Sebagai langkah nyata, Ditjen IKMA menggelar Pre-Event Temu Bisnis Local Supply Chain for Cosmetic Industry pada 6-8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran. Acara ini bagian dari Indonesia Cosmetics Ingredients 2026 yang diinisiasi Perkosmi.
Sebanyak 29 IKM kosmetik binaan hadir dan dipertemukan langsung dengan pemasok bahan baku, jasa maklon, penyedia kemasan, hingga jaringan distribusi. Tujuannya membuka peluang kemitraan baru yang bisa meningkatkan transaksi dan investasi di sektor kosmetik.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan mengatakan pihaknya akan mengawal tindak lanjut pertemuan bisnis. Saat ini sejumlah IKM sudah mengirimkan sampel produk ke calon mitra potensial.
“Kami akan terus mengawal hasil pertemuan bisnis ini untuk memastikan terciptanya ekosistem industri kosmetik yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan,” pungkas Budi.