BP-BUMN Tegaskan Dukungan Transformasi PERURI, Tedi Bharata Tekankan Pentingnya Tata Kelola dan Digitalisasi

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 10 Desember 2025 - 21:50 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta — PERURI semakin memantapkan langkah transformasi besar-besaran dengan menggelar Executive Briefing bertema “Strengthening Governance Through Effective Internal Control to Enhance Business Resilience” di Gedung Subono Mantofani, Kantor PERURI Jakarta, Selasa (9/12). 

Acara strategis ini menjadi momentum penyamaan persepsi jajaran Top Level Management mengenai pentingnya pengendalian internal sebagai fondasi ketahanan bisnis di era digital.

Kegiatan dibuka dengan laporan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PERURI, Fajar Rizki, yang memaparkan capaian kinerja, agenda strategis yang berjalan, serta urgensi penguatan kontrol internal dalam mendukung transformasi perusahaan.

Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi perusahaan tidak bisa ditunda.

“Agenda ini sangat penting untuk mempersiapkan transformasi PERURI secara besar-besaran, terutama terkait mandat baru dari pemerintah. Seluruh pimpinan grup diharapkan siap menyongsong target RKAP 2026 dengan fondasi tata kelola yang kuat,” ujar Dwina.

Hadir pula Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, yang memberikan arahan strategis terkait posisi PERURI dalam ekosistem digital nasional. Tedi menegaskan bahwa PERURI memiliki peluang besar dalam industri masa depan.

“PERURI memiliki privilege dari pemerintah untuk berada di bisnis masa depan, yaitu digitalisasi. Hal ini adalah peluang besar yang tidak boleh disia-siakan,” ujarnya.

Dukungan BP-BUMN menjadi sinyal kuat bagi percepatan transformasi digital PERURI yang kini memegang peran vital dalam layanan keamanan digital, identitas digital, hingga solusi keandalan dokumen.

Sesi inti menghadirkan dua narasumber ahli yaitu Anindita Eka Wibisono (Plt. Asisten Deputi Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan BP-BUMN), dan Meita Laimanto (Partner Assurance PwC Indonesia).

Dalam paparannya, Anindita menekankan privilese PERURI sebagai penjaga industri strategis masa depan. “PERURI sesuai undang-undang memiliki privilege untuk industri masa depan dan harus sustain,” ujarnya.

Sementara itu, Meita Laimanto menggarisbawahi pentingnya internal control sebagai pilar utama tata kelola. “Tata kelola itu bukan hanya formalitas, tapi fondasi utama untuk kemajuan perusahaan,” tuturnya.

Acara ditutup oleh Dewan Pengawas PERURI, Marlison Hakim, yang mengajak seluruh jajaran untuk tidak melihat tata kelola sebagai kegiatan administratif semata.

“Tata kelola adalah pertumbuhan untuk keberlangsungan. Bukan formalitas, tetapi momentum kontemplasi untuk masa depan PERURI melalui penguatan internal dan budaya SDM,” ungkap Marlison.