Industri Pulp dan Kertas RI Bersiap Hijrah ke Industri Hijau, Ini Langkah APKI

Oleh : Ridwan | Rabu, 17 Desember 2025 - 17:53 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menegaskan komitmennya untuk mendorong industri pulp dan kertas nasional menuju daya saing global berbasis keberlanjutan. 

Komitmen tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Rapat Kerja APKI 2025 bertema “Beyond Growth: Transforming Indonesia’s Pulp and Paper Industry Towards a Sustainable Future” yang digelar di Jakarta, Senin (16/12).

Ketua Umum APKI Liana Bratasida menyatakan bahwa keberlanjutan kini bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi kewajiban industri untuk memenuhi tuntutan rantai pasok global sekaligus meningkatkan keunggulan kompetitif.

“Transformasi menuju industri hijau harus menjadi prioritas bersama agar industri pulp dan kertas Indonesia tetap relevan dan berdaya saing di pasar global,” ujar Liana.

Industri pulp dan kertas (IPK) Indonesia mencatat kinerja positif dengan kontribusi sebesar 3,68 persen terhadap PDB nonmigas pada 2025. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini telah menyerap lebih dari 288 ribu tenaga kerja langsung serta 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung hingga 2024. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar dunia dengan kapasitas yang terus berkembang.

Rapat kerja ini menjadi momentum refleksi dan perumusan arah strategis industri di tengah tantangan global, mulai dari tekanan dekarbonisasi, perubahan preferensi pasar internasional, hingga tuntutan transparansi rantai pasok.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, yang mewakili Menteri Perindustrian. 

Putu menjelaskan, pemerintah berkomitmen mendukung transformasi industri pulp dan kertas menuju industri hijau dan rendah emisi sejalan dengan target Net Zero Emission sektor industri nasional.

“Industri berkelanjutan adalah kunci daya saing jangka panjang. Pemerintah telah menyiapkan roadmap dekarbonisasi yang realistis dan didukung kebijakan serta insentif,” tegasnya.

Dalam sesi talkshow, Senior Product Manager Fastmarkets Sampsa Veijalainen memaparkan tren pasar global yang menunjukkan meningkatnya perhatian investor dan pembeli internasional terhadap kinerja keberlanjutan, intensitas emisi, serta praktik ramah lingkungan.

Ia menyebut industri pulp dan kertas secara global berkontribusi sekitar 15,55 persen emisi sektor industri, sehingga upaya pengurangan jejak karbon menjadi sangat krusial, terutama di tengah pertumbuhan permintaan kertas dan karton di kawasan Asia.

Isu pembiayaan hijau juga menjadi sorotan utama melalui diskusi panel yang menghadirkan perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, serta pelaku industri energi terbarukan. 

Diskusi membahas penguatan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), insentif fiskal berbasis emisi, hingga pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan skema pembiayaan fleksibel untuk menekan emisi tanpa investasi awal yang besar.

Melalui forum ini, APKI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi industri pulp dan kertas nasional menuju pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.