Digital Edge Tingkatkan Kapasitas Data Center, PLN Tambah Pasokan Listrik hingga 2x725 MVA

Oleh : Candra Mata | Senin, 08 Juni 2026 - 12:47 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT PLN (Persero) terus memperkuat dukungannya terhadap pengembangan ekosistem digital nasional melalui penyediaan pasokan listrik andal bagi industri pusat data (data center).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan pasokan listrik sebesar 2x725 Megavolt Ampere (MVA) disertai layanan listrik premium untuk fasilitas data center milik Digital Edge Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Dukungan PLN tersebut diumumkan bertepatan dengan seremoni topping off fasilitas data center CGK1 Digital Edge Indonesia. Fasilitas ini tercatat sebagai pusat data dengan kapasitas daya terbesar di Indonesia.

Kolaborasi strategis antara PLN dan Digital Edge Indonesia dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional. Kerja sama ini juga mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menegaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang andal merupakan faktor krusial dalam pengembangan industri pusat data berskala besar.

“Topping off CGK1, yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini,” ujar Oscar.

Menurutnya, pengembangan kawasan data center tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi berbasis artificial intelligence (AI).

“Bersama PLN, kami tidak sekadar membangun sebuah pusat data — kami sedang meletakkan fondasi agar Indonesia dapat bersaing di level tertinggi ekonomi AI global. CGK Campus dirancang untuk tumbuh seiring dengan ambisi bangsa,” imbuhnya.

Sebelumnya, Digital Edge Indonesia dan PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) pada Oktober 2025 dengan kapasitas pasokan sebesar 2x650 MVA untuk mendukung operasional fasilitas data center di Cikarang.

Seiring meningkatnya rencana ekspansi Digital Edge Indonesia dan kebutuhan operasional yang menuntut layanan tanpa henti selama 24 jam, kapasitas pasokan listrik tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 2x725 MVA.

Peningkatan kapasitas dilakukan secara bertahap hingga tahun 2030 guna mengakomodasi pengembangan fasilitas dan pertumbuhan kebutuhan layanan pusat data di masa mendatang.


Baca Artikel Lainnya

Menghemat Tagihan Listrik: Hindari Colokan Standby dari 5 Alat Elektronik Ini

Vivace E, Mahakarya Schneider Electric yang Menyatukan Estetika, Keamanan dan Hunian Kekinian Indonesia

Token Listrik Rp 100 Ribu Dapat Berapa kWh? Ini Perhitungannya