Bersinar di Marketplace 2026!  Kehebatan Industri Ini Menjaga Momentum Pertumbuhan di Tengah Gelombang Kompetisi Digital

Oleh : Kormen Barus | Senin, 08 Juni 2026 - 16:57 WIB

INDUSTRY.co.id, Jakarta — Di tahun 2026, marketplace tidak lagi sekadar kanal penjualan tambahan; platform-platform ini telah menjadi pusat strategi bisnis yang menentukan nasib banyak brand.

Perubahan cepat pada perilaku konsumen, naiknya penetrasi internet di kota dan daerah, serta adopsi teknologi baru — seperti personalisasi berbasis data dan otomatisasi pemasaran — mendorong volume transaksi tetapi juga menaikkan level persaingan.

Bersamaan dengan peluang itu muncul tantangan nyata: biaya promosi yang semakin tinggi, beban biaya administrasi marketplace, program subsidi yang mulai menipis, serta biaya logistik yang menekan margin.

Dalam lanskap seperti ini, mempertahankan pertumbuhan memerlukan strategi yang cermat, efisien, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.

Menjawab kebutuhan tersebut, INFOBRAND.ID kembali menggelar The 39th INFOBRAND FORUM 2026 dengan tema “Tantangan Marketplace 2026: Menjaga Pertumbuhan di Tengah Persaingan Digital.” Acara ini mengumpulkan praktisi brand, pelaku e‑commerce, dan analis pasar untuk berbagi insight serta strategi praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan. Mengusung format forum diskusi yang interaktif, penyelenggaraan tahun ini menempatkan fokus pada bagaimana brand bisa mempertahankan laju pertumbuhan di tengah tekanan biaya dan persaingan yang semakin agresif.

Pembicara utama pada forum ini adalah Hadi Kuncoro, Founder & CEO PowerCommerce Asia, seorang praktisi yang berpengalaman dalam membangun dan mengoptimalkan ekosistem brand di marketplace. Dalam sesi utamanya, Hadi menyampaikan beberapa poin strategis kunci: pentingnya segmentasi pelanggan yang lebih tajam, pengurangan ketergantungan pada promosi massal, pemanfaatan data untuk optimasi katalog dan harga, serta investasi pada pengalaman after‑sales untuk mendorong repeat purchase. Hadi menekankan bahwa pertumbuhan sehat bukan hanya soal menaikkan penjualan, tetapi menjaga margin melalui efisiensi operasional dan diferensiasi nilai.

“Di era marketplace yang matang ini, strategi diskon besar-besaran bukan lagi jawaban jangka panjang. Brand yang menang adalah yang mampu menggabungkan efisiensi biaya, keunikan proposisi nilai, dan pengalaman pelanggan yang konsisten,” ujar Hadi. Ia menambahkan bahwa teknologi analytics, automation pada manajemen kampanye, serta integration antara channel offline dan online menjadi faktor pembeda utama.

Rangkaian panel diskusi forum menyajikan studi kasus dari berbagai kategori produk — mulai FMCG, perawatan pribadi, elektronik rumah tangga, hingga kebutuhan bayi — yang memperlihatkan taktik sukses di lapangan. Beberapa taktik yang diangkat sebagai praktik terbaik meliputi:

Baca Artikel Lainnya

BrightspotCITY 2026 Makin Seru dengan Toko dan Dunia Rasa dari BINTANG

Boruto: Two Blue Vortex, Jadwal Rilis Manga Chapter 35 Dan Link Resminya

Game Penghasil Uang Tambahan, Tren Terbaru yang Kini Disukai Banyak Orang

Personalisasi penawaran berbasis perilaku pencarian dan pembelian.

Optimasi listing produk (foto, deskripsi, keyword) agar meningkatkan conversion rate organik.

Strategi marketplace mix, yakni memetakan produk yang layak untuk promosi agresif versus yang difokuskan pada margin.

Kolaborasi dengan fulfillment partner untuk menekan biaya logistik tanpa mengorbankan kecepatan pengiriman.

Membangun ekosistem loyalitas di luar marketplace (mis. membership, subscription) untuk mengurangi ketergantungan pada promo platform.

Selain sesi edukasi dan diskusi, acara ini juga menjadi momen penganugerahan Brand Choice Award 2026 yang diselenggarakan bersama TRAS N CO Indonesia. Brand Choice Award merupakan inisiatif penghargaan yang menilai dan mengapresiasi brand yang berhasil memenangkan hati konsumen di marketplace Indonesia. Susilowati Ningsih, CEO INFOBRAND.ID, menyatakan bahwa tujuan penghargaan ini adalah memberikan pengakuan kepada brand yang telah berhasil menjadi pilihan konsumen sekaligus mendorong percepatan transformasi digital dalam praktik pemasaran dan distribusi produk.

“Penghargaan ini bukan hanya soal trofi, melainkan bentuk apresiasi atas kerja keras brand dalam membangun kepercayaan, pengalaman belanja yang baik, dan kinerja penjualan di marketplace. Harapannya, Brand Choice Award mendorong lahirnya strategi yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan konsumen,” ujar Susilowati dalam sambutannya pada acara The 39th INFOBRAND FORUM 2026 & Awarding Ceremony Brand Choice Award 2026 pada Kamis, 4 Juni 2026.

Metodologi penilaian Brand Choice Award 2026 disusun berdasarkan riset independen oleh TRAS N CO Indonesia dengan tiga pilar utama penilaian:

Digital Brand Awareness Aspect: mengukur visibilitas brand di ranah digital, termasuk frekuensi kemunculan dalam ulasan dan volume pencarian di mesin pencari.

Digital Consumer Choice Aspect: menilai preferensi konsumen melalui volume transaksi yang terjadi pada official store brand di marketplace kategori terkait.

Digital Consumer Reviews & Rating Aspect: menilai kualitas pengalaman pelanggan berdasarkan jumlah dan kualitas ulasan serta rating produk di marketplace.

Tri Raharjo, CEO TRAS N CO Indonesia, memaparkan bahwa kombinasi ketiga parameter ini menghasilkan penilaian yang komprehensif karena menggabungkan ukuran popularitas, preferensi pembelian, dan kepuasan pengguna. “Dengan fondasi riset yang kuat, Brand Choice Award merefleksikan brand yang bukan hanya populer, tetapi juga dipercaya dan dipilih oleh konsumen,” kata Tri.

Penyelenggaraan Brand Choice Award 2026 kali ini menobatkan sejumlah brand dari berbagai kategori produk. Beberapa pemenang yang diumumkan antara lain:

Nutrifarm — Kategori Cuka Apel

White Inc — Body Lotion

Motul — Oli Mobil (dan kategori Oli Motor)

LG — AC

Nutrifarm — Madu

Mom Uung — Pompa ASI

Cuddle Me — Gendongan Bayi

Momaz — Gendongan Bayi (kategori lain)

Gendes — Feminine Care

ISKU — Gerinda

New Lushine Beauty — Body Peeling

Best Honey — Cuka Apel

Glowies — Eyelash Serum

BS Honey — Madu

Cetaphil — Baby Shampoo

Bizmo — Pembersih Kamar Mandi

Radaza Dmamam — Chicken Nugget

Parklon — Playmate

Penghargaan ini menjadi sinyal penting bagi pasar: brand yang berhasil memadukan kekuatan operasional, kualitas produk, dan strategi pemasaran digital akan tetap unggul, bahkan saat persaingan semakin intens.

Implikasi praktis bagi brand yang ingin bertahan dan tumbuh di 2026:

Fokus pada unit economics: ukur biaya akuisisi pelanggan, margin per produk, dan lifetime value untuk mengarahkan strategi pemasaran.

Maksimalkan data yang tersedia di marketplace: gunakan analytics untuk segmentasi, penetapan harga dinamis, dan perbaikan katalog.

Diversifikasi taktik pemasaran: kombinasikan paid ads dengan optimasi organik dan program loyalitas.

Perbaiki pengalaman purna jual: kebijakan retur, layanan pelanggan cepat, dan pengelolaan review dapat meningkatkan retensi.

Investasi otomatisasi operasional: manajemen inventori dan fulfillment yang ramping mengurangi biaya sambil meningkatkan kecepatan layanan.

Sebagai penutup, forum dan penghargaan seperti yang diselenggarakan INFOBRAND.ID dan TRAS N CO menegaskan satu hal: marketplace 2026 adalah arena kompetitif yang menuntut integrasi strategi, teknologi, dan fokus pada pengalaman konsumen.

Brand yang mampu beradaptasi—memadukan efisiensi biaya, pemanfaatan data, dan diferensiasi produk—akan lebih mungkin bukan hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan.