Cloudera Data Services Hadirkan Private AI di Pusat Data

Oleh : Hariyanto | Rabu, 13 Agustus 2025 - 12:46 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Cloudera, perusahaan yang menjalankan AI di data di mana pun, telah mengumumkan peluncuran versi terbaru Cloudera Data Services. Pembaruan ini membawa kemampuan Private AI ke lingkungan on premise dan memberikan perusahaan kapabilitas AI generatif yang aman, didukung GPU, langsung di balik firewall mereka. 

Dengan tata kelola yang sudah built-in dan portabilitas hybrid, organisasi kini dapat membangun dan meningkatkan kedaulatan data cloud di pusat data mereka sendiri, yang menghilangkan kekhawatiran soal keamanan. Cloudera menjadi satu-satunya vendor yang menghadirkan lifecycle data sepenuhnya dengan layanan cloud-native yang sama, baik di lingkungan on-premise maupun public cloud.

Kekhawatiran soal keamanan data sensitif dan kekayaan intelektual selama ini menjadi penghambat utama adopsi AI di berbagai industri. Menurut Accenture, 77% organisasi belum memiliki praktik keamanan data dan AI yang mendasar, untuk melindungi model kritikal, alur data, dan infrastruktur cloud mereka. 

Cloudera secara langsung menjawab tantangan keamanan dan risiko kekayaan intelektual terkait enterprise AI ini, sehingga pelanggan dapat mempercepat proses dari prototipe ke produksi, dari yang semula memakan waktu berbulan-bulan, menjadi hanya beberapa minggu.

Pembaruan ini akan menghadirkan langsung manfaat Cloudera Data Services di pusat data organisasi. Pengguna dapat memangkas biaya infrastruktur secara signifikan dan menyederhanakan siklus hidup data, serta meningkatkan produktivitas tim data. 

Mereka juga bisa mempercepat penerapan beban kerja, meningkatkan keamanan lewat otomatisasi tugas-tugas yang kompleks, serta lebih cepat mendapatkan nilai nyata dari penerapan AI. Di samping pengalaman pengguna yang lebih baik dan kesiapan perusahaan, pengguna kini menikmati kelincahan cloud-native di balik firewall mereka sendiri, memungkinkan skalabilitas tanpa mengorbankan keamanan.

Dalam versi terbaru  ini, Cloudera AI Inference Service dan AI Studios kini tersedia di pusat data. Kedua tools ini dirancang untuk mengatasi hambatan terbesar pengadopsian enterprise AI dan sebelumnya hanya tersedia di cloud. Peluncuran ini memungkinkan organisasi mempercepat adopsi AI dan membangun serta menjalankan aplikasi GenAI di pusat data mereka sendiri dengan aman, untuk menjaga kekayaan intelektual tetap terlindungi di balik firewall mereka. 

Berikut ini adalah bagaimana tiap penawaran memberikan nilai di lingkungan on premise:

-  Cloudera AI Inference, diakselerasi oleh NVIDIA, di lingkungan on premise adalah salah satu layanan inferensi AI pertama di industri yang menyediakan kapabilitas microservice NIM yang tersemat. Cloudera kini menghadirkan kemampuan untuk menyederhanakan penerapan dan pengelolaan model AI skala besar langsung di pusat data. Engine yang aman dan scalable ini membantu menerapkan dan mengelola lifecycle produksi AI langsung di pusat data, di mana data disimpan dengan aman.

- Cloudera AI Studios di lingkungan on premise memungkinkan seluruh lifecycle aplikasi AI diakses secara luas, menyediakan low-code template yang memberdayakan tim untuk membangun dan meluncurkan aplikasi dan agen GenAI.

Menurut studi independen  Total Economic Impact™" (atau TEI) yang dilakukan oleh Forrester Consulting atas permintaan Cloudera, sebuah organisasi komposit yang mewakili pelanggan yang mengadopsi Cloudera Data Services di lingkungan on premises, melaporkan waktu pencapaian nilai (time-to-value) 80% lebih cepat dalam penerapan beban kerja, peningkatan produktivitas sebesar 20% bagi praktisi data dan tim platform, serta penghematan keseluruhan sebesar 35% dari arsitektur cloud-native modern. 

Studi ini juga menyoroti peningkatan efisiensi operasional yang signifikan, dengan beberapa organisasi meningkatkan utilisasi hardware dari 30% menjadi 70%, dan melaporkan kebutuhan kapasitas turun  25% hingga lebih dari 50%, setelah melakukan modernisasi.

“Selama ini, perusahaan terpaksa merakit solusi DIY yang kompleks dan rapuh untuk menjalankan AI di lingkungan on-premise mereka. Saat ini, kebutuhan untuk mengadopsi AI sudah sangat mendesak, tetapi begitu juga dengan  kekhawatiran tentang keamanan data. Yang dibutuhkan perusahaan adalah solusi yang dapat menyederhanakan adopsi AI, meningkatkan produktivitas, dan melakukannya tanpa mengorbankan keamanan.” kata Sanjeev Mohan, industry analyst. 

"Cloudera Data Services On-Premises menghadirkan pengalaman cloud-native yang sesungguhnya di lingkungan on premise, memberikan kelincahan dan efisiensi tanpa mengorbankan keamanan maupun kontrol. Peluncuran ini merupakan langkah penting dalam modernisasi data, beralih dari cluster monolitik ke kumpulan aplikasi yang terkontainerisasi dan lincah.” ujar Leo Brunnick, Chief Product Officer Cloudera.

"BNI bangga menjadi salah satu pengguna awal layanan AI Inference dari Cloudera. Teknologi ini menyediakan infrastruktur esensial untuk memperluas inisiatif AI generatif kami secara aman dan efisien, selaras dengan dinamika regulasi di Indonesia. Hal ini merupakan lompatan besar dalam misi kami memberikan solusi perbankan digital yang lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih andal bagi masyarakat Indonesia." ujar Toto Prasetio, Chief Information Officer di BNI.

Produk ini didemokan di konferensi tahunan data dan AI Cloudera EVOLVE25, yang telah berlangsung pada pekan lalu di Singapura.