Purbaya Kantongi Dukungan PBOC, Jalan Penerbitan Panda Bond Kian Mulus

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:39 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Pemerintah Indonesia memperkuat upaya diversifikasi sumber pembiayaan dengan mengamankan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk rencana penerbitan perdana Panda Bond di pasar domestik China.

Dukungan tersebut diperoleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Beijing yang juga mencakup pertemuan dengan Kementerian Keuangan China, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor.

Menkeu mengatakan respons yang diterima dari pemerintah dan otoritas moneter China sangat positif. "Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujar Purbaya di Beijing, Jumat (18/6) waktu setempat.

Menurut dia, salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah meminta dukungan bagi penerbitan Panda Bond. PBOC bahkan disebut siap mempercepat proses perizinan setelah dokumen pengajuan resmi disampaikan.

"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," kata Purbaya.

Penerbitan obligasi berdenominasi yuan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas basis pendanaan pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu mata uang tertentu. Langkah tersebut juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang selama ini telah dijalankan Indonesia dan China.

"Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China," ujarnya.

Purbaya menilai pembahasan dengan pemerintah China dan para investor berlangsung konstruktif. Menurut dia, hal tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

"Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat," katanya.

Di hadapan investor, Menkeu juga menegaskan fundamental ekonomi nasional tetap terjaga. Pemerintah, kata dia, terus memperbaiki berbagai hambatan investasi guna meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan penanaman modal.

Baca Artikel Lainnya

DPR Restui Anggaran Awal Kementerian PU Rp98,47 Triliun, Infrastruktur Berbasis Masyarakat Diperkuat

Kementerian PU Siapkan Rp21 Miliar untuk Pemugaran Pura Mangkunegaran Surakarta

Kementerian PU Siapkan Rp1,65 Triliun untuk Infrastruktur Berbasis Masyarakat di 4.127 Lokasi

"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," ujar Purbaya.

Ia menambahkan, Indonesia tetap mengedepankan prinsip non-blok dalam menjalin kerja sama ekonomi. Karena itu, pemerintah akan terus membuka peluang investasi dari berbagai negara tanpa terikat kepentingan geopolitik tertentu.

"Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya," pungkasnya.