Transportasi Massal Dorong Nilai Aset Perkantoran Jakarta Meningkat

Oleh : Hariyanto | Kamis, 18 Juni 2026 - 08:42 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Konektivitas dengan transportasi massal semakin menjadi penentu utama dalam persaingan pasar perkantoran di Jakarta. Temuan terbaru Colliers Indonesia menunjukkan gedung perkantoran yang terhubung dengan jaringan MRT, LRT, KRL Commuter Line, dan TransJakarta memiliki tingkat hunian lebih tinggi dibandingkan gedung yang tidak memiliki akses serupa.

Perubahan pola mobilitas di kawasan Jabodetabek membuat perusahaan mulai meninjau ulang strategi pemilihan lokasi kantor. Faktor aksesibilitas kini tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi pertimbangan utama yang memengaruhi keputusan penyewaan sekaligus kinerja aset.

Head of Office Services Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo, mengatakan konektivitas telah mengubah cara pasar menilai aset perkantoran. Menurutnya, gedung yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi memiliki daya tarik lebih kuat dan mampu bertahan lebih baik di tengah dinamika pasar.

"Konektivitas berperan dalam mentransformasi nilai aset real estat. Gedung kantor yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi menunjukkan daya tarik permintaan yang lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis," ujar Bagus dalam keterangannya, Rabu (17/6).

Berdasarkan kajian Colliers, aksesibilitas kini melampaui berbagai pertimbangan lain dalam mendorong permintaan ruang perkantoran. Gedung yang memiliki akses langsung ke jaringan MRT dan LRT mencatat tingkat okupansi 8%-9% lebih tinggi dibandingkan bangunan yang tidak terkoneksi dengan moda transportasi tersebut.

Keterhubungan antara klaster perkantoran dan jaringan transportasi terintegrasi juga menciptakan apa yang disebut sebagai "connectivity premium". Kondisi ini membuat gedung yang berada di koridor transportasi utama memiliki keunggulan kompetitif lebih besar dalam menarik penyewa.

Dampak konektivitas tidak hanya tercermin pada tingkat hunian. Akses yang lebih baik dinilai mampu meningkatkan produktivitas pekerja, mengurangi stres akibat perjalanan, serta mendukung retensi karyawan. Faktor-faktor tersebut semakin penting di tengah persaingan memperoleh dan mempertahankan talenta.

Sementara itu, bagi gedung perkantoran yang berada di luar jalur transportasi utama, Colliers menilai pemilik bangunan perlu menerapkan strategi adaptif agar tetap kompetitif. Langkah yang dapat ditempuh antara lain menawarkan harga sewa lebih kompetitif, menyediakan layanan shuttle menuju simpul transit, meningkatkan fasilitas gedung, hingga menghadirkan konsep ruang kerja fleksibel.

Colliers menilai konektivitas kini telah bertransformasi dari sekadar fitur pendukung menjadi salah satu faktor utama keberhasilan sebuah gedung perkantoran. Seiring ekspansi jaringan transportasi di Jakarta yang terus berlanjut, aksesibilitas diperkirakan akan tetap menjadi penggerak utama permintaan ruang kantor pada tahun-tahun mendatang.


Baca Artikel Lainnya

Jakarta Kembali Bersinar, Minat Properti Menguat Saat Euforia IKN Mulai Mereda

Menteri Ara Bawa Kabar Gembira! Cicilan Rumah Subsidi Bakal Bisa Sampai 40 Tahun

Kantor Dekat MRT Kini Jadi Rebutan! Tingkat Okupansi Bisa Lebih Tinggi