Profesor Sutanto Hadiri Silicon Summit Dorong Indonesia Jadi Pemain di Ekosistem Global

Oleh : Wiyanto | Senin, 01 Juni 2026 - 14:01 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Profesor Pak Sutanto diundang untuk menghadiri Science x AI Summit 2026 yang diselenggarakan di Silicon Valley, Amerika Serikat. Konferensi ini berfokus pada integrasi mendalam antara sains dan kecerdasan buatan, serta mempertemukan perwakilan dari dunia akademik, perusahaan teknologi, institusi investasi, dan ekosistem inovasi global.

Seiring persaingan AI global memasuki tahap baru, perspektif Asia menjadi semakin penting. Meskipun perkembangan awal model AI berskala besar banyak didorong oleh perusahaan teknologi, platform komputasi awan, dan perusahaan chip di Amerika Serikat, tahap pertumbuhan AI berikutnya akan semakin bergantung pada penerapan nyata di berbagai sektor industri. Dalam proses ini, skala populasi Asia, keragaman pasar, bahasa lokal, sistem pendidikan, serta kompleksitas skenario industri menjadi faktor penting dalam penerapan AI secara global.

Partisipasi Profesor  Sutanto menegaskan pentingnya menghadirkan pandangan para pendidik, peneliti, dan pengamat industri dari Asia ke dalam percakapan AI global. Profesor Pak Sutanto menekankan bahwa pengembangan AI di Asia Tenggara dan pasar Asia berkembang lainnya tidak seharusnya sekadar meniru model Silicon Valley. Sebaliknya, pengembangan tersebut perlu disesuaikan dengan budaya lokal, kebutuhan sosial, struktur industri, dan fondasi talenta setempat.

Selama konferensi berlangsung, diskusi mencakup penerapan AI dalam matematika, ilmu hayati, pengembangan obat, simulasi fisika, pengambilan keputusan cerdas, serta implementasi di tingkat industri. Berbagai topik ini memberikan inspirasi baru mengenai bagaimana AI dapat bergerak melampaui laboratorium dan raksasa teknologi untuk melayani lebih banyak wilayah, industri, dan masyarakat luas.

Profesor  Sutanto menyampaikan bahwa Asia tidak seharusnya hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga peserta aktif dalam ekosistem AI global. Mulai dari pendidikan dan penelitian ilmiah hingga keuangan, layanan kesehatan, manufaktur, dan tata kelola perkotaan, Asia memiliki berbagai skenario penerapan yang nyata dan kompleks.

Skenario-skenario ini dapat membantu mempercepat adopsi AI sekaligus mendorong peningkatan berkelanjutan pada model, sistem data, dan arsitektur aplikasi. Pada saat industri AI global sedang bergeser dari persaingan skala model menuju persaingan kapabilitas sistem, kolaborasi lintas wilayah dan lintas disiplin akan menjadi semakin penting. Partisipasi Profesor Pak Sutanto dalam Science x AI Summit 2026 mencerminkan semakin besarnya peran pendidikan Asia dan para pengamat industri dalam diskusi AI global, sekaligus membuka kemungkinan baru bagi kontribusi Asia dalam pengembangan talenta AI, kolaborasi ilmiah, dan inovasi industri.