Mondelez Gandeng Nussa dan Rarra Edukasi Anak Kelola Sampah Plastik
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang dihadapi Jakarta. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, volume sampah di ibu kota mencapai 8.000 ton per hari pada triwulan I 2026.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.
Mendukung upaya tersebut, Mondelez Indonesia menghadirkan sesi edukatif bertajuk “Membangun Generasi #BijakPlastikSejakDini: Langkah Kecil untuk Masa Depan Jakarta yang Lebih Berkelanjutan” dalam rangkaian Jakarta Future Festival (JFF) 2026 yang digelar oleh BAPPEDA DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki.
Kegiatan yang melibatkan lebih dari 100 peserta, terdiri dari siswa, guru, dan masyarakat umum ini menjadi bagian dari komitmen Mondelez Indonesia dalam menanamkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan menggandeng Visinema Studios melalui karakter animasi populer Nussa dan Rarra untuk menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.
Country Head of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, Marfusita Hamburgiwati, mengatakan bahwa kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dini karena kebiasaan yang ditanamkan pada anak-anak akan menjadi fondasi yang kuat hingga mereka dewasa.
“Melalui inisiatif #BijakPlastikSejakDini, kami ingin mengajak anak-anak dan keluarga mengambil langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Kami percaya anak-anak memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu membawa dampak baik bagi lingkungan, keluarga, dan masyarakat di masa depan,” ujar Marfusita.
Sejak diluncurkan pada 2021, program #BijakPlastikSejakDini secara konsisten mengajak anak-anak menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diwujudkan melalui edukasi, praktik pengelolaan sampah, serta kolaborasi dengan bank sampah sekolah.
Hingga tahun 2026, Program Bank Sampah #BijakPlastikSejakDini telah hadir di 17 sekolah binaan dan melibatkan lebih dari 5.700 siswa. Dalam periode Juli 2021 hingga Juni 2026, program tersebut berhasil mengumpulkan 50,2 ton sampah plastik dan total 116 ton berbagai jenis sampah.
Tidak hanya itu, sejak 2023 inisiatif ini juga menjadi mitra resmi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendukung pilar sehat lingkungan. Berbagai materi edukatif seperti buku saku dan video pembelajaran ramah anak turut dikembangkan guna meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pengelolaan sampah plastik.
Baca Artikel Lainnya
BCA Tawarkan Pendidikan Gratis dan Peluang Karier melalui Beasiswa PPBP-PPTI 2027
BSI Maslahat Livestreaming Sembelih Kurban hingga Palestina
Indofood Buka Program IRN 2026-2027, Bidik Lebih Banyak Peneliti Muda
Kepala Sekolah SD Joglo 05 Jakarta, Veranika, M.Pd., mengungkapkan bahwa program #BijakPlastikSejakDini selaras dengan visi sekolah dalam membangun karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam membentuk kebiasaan belajar dan bermasyarakat. Siswa didorong untuk memahami pentingnya memilah sampah baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Antusiasme seluruh warga sekolah semakin terasa. Program ini tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan edukasi, Mondelez Indonesia menggandeng karakter animasi Nussa dan Rarra yang telah dikenal luas oleh anak-anak Indonesia.
Dalam sesi edukatif tersebut, peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif mulai dari talkshow mengenai pentingnya memilah sampah, simulasi pemilahan sampah sesuai kategorinya, hingga kegiatan Do It Yourself (DIY) yang mengajak anak-anak mengubah sampah plastik menjadi barang baru yang bermanfaat.
Head of Production Visinema Studios, Novia Puspa Sari, menilai kolaborasi ini menjadi cara efektif menghadirkan nilai-nilai positif yang selama ini dibangun melalui karakter Nussa dan Rarra ke dalam pengalaman nyata bagi anak-anak.
“Cerita yang baik tidak berhenti di layar. Ketika nilai-nilai yang kami bangun dalam film hadir dalam pengalaman langsung, di situlah karakter benar-benar menyentuh. Kami ingin pesan kepedulian lingkungan ini bisa dirasakan langsung oleh anak-anak,” katanya.