Indofood Buka Program IRN 2026-2027, Bidik Lebih Banyak Peneliti Muda

Oleh : Hariyanto | Selasa, 09 Juni 2026 - 18:10 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk kembali membuka Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026–2027 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan generasi peneliti muda Indonesia. Memasuki dua dekade pelaksanaannya, program bantuan dana riset tugas akhir bagi mahasiswa strata satu (S1) ini tetap mengusung tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”.

Melalui program tersebut, Indofood mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk menggali kekayaan sumber daya pangan lokal dan mengembangkannya menjadi inovasi pangan fungsional berbasis riset. Pendaftaran proposal penelitian telah dibuka sejak 29 Mei dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Ketua Program IRN sekaligus Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady, mengatakan bahwa selama 20 tahun pelaksanaannya, IRN tidak hanya menjadi sarana pendanaan penelitian, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas dan kolaborasi bagi mahasiswa.

“Selama dua dekade, IRN tidak hanya memberikan dukungan dana penelitian, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas bagi ribuan mahasiswa Indonesia. Ini menjadi bentuk nyata komitmen kami untuk turut mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia. Tahun ini kami mendorong lebih banyak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mengeksplorasi kekayaan pangan lokal Indonesia untuk masa depan pangan yang berkelanjutan,” ujar Suaimi dalam keterangan resmi, Selasa (9/6).

Program IRN terbuka bagi mahasiswa S1 dari seluruh Indonesia yang tengah menyelesaikan tugas akhir. Proposal yang masuk akan diseleksi oleh Tim Pakar IRN yang terdiri dari akademisi dan praktisi lintas disiplin ilmu.

Sebagai bagian dari pembukaan program, Indofood akan menggelar sosialisasi secara daring maupun luring di berbagai perguruan tinggi sepanjang Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai tema penelitian, mekanisme pendaftaran, kriteria seleksi, serta panduan penyusunan proposal.

Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar IPB, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, menekankan pentingnya relevansi penelitian terhadap tema yang diusung program.

“Proposal yang kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan soal relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi hal yang penting. Pastikan latar belakang menjelaskan urgensi penelitian dengan baik, dan pastinya jangan lewatkan batas waktu pengumpulan. Kami menantikan proposal-proposal segar dan inovatif dari seluruh penjuru Indonesia,” katanya.

Baca Artikel Lainnya

Prabowo Dorong Percepatan Sekolah Rakyat untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan

Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia, Hers Protex dan WINGS for UNICEF Edukasi Remaja Putri di Kabupaten Bandung

PERURI dan KTI Foundation Gelar Pelatihan Sablon untuk Penyandang Disabilitas di Karawang

Menurut Purwiyatno, pangan kini tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi dan gizi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan potensi dan kearifan lokal menjadi inovasi pangan yang memiliki dasar ilmiah.

“Ada hubungan yang erat antara pangan dan kesehatan. Pangan tidak lagi sekedar pemenuhan gizi dan energi, melainkan penopang kesehatan yang krusial, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan pangan fungsional. Kami ingin mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk lebih peka, sensitif dan ekploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi di sekitar mereka, lalu mentransformasikannya menjadi inovasi pangan fungsional yang berbasis ilmiah,” ujarnya.

Program IRN 2026–2027 menerima penelitian yang berfokus pada eksplorasi sumber daya alam darat maupun laut, mencakup sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan, hingga sumber daya air. Bidang penelitian yang dapat diajukan meliputi agro-teknologi, teknologi proses dan pengolahan, gizi dan kesehatan masyarakat, serta sosial budaya, ekonomi, dan pemasaran.

Pengumuman penerima bantuan dana riset dijadwalkan pada Oktober 2026.

Sejak diluncurkan pada 2006 sebagai kelanjutan Program Bogasari Nugraha yang dirintis sejak 1998, IRN telah menjadi bagian dari pilar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Indofood dalam pengembangan sumber daya manusia. Selama 20 tahun, program tersebut telah menerima lebih dari 8.300 proposal dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih dari 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

“Selama dua dekade, IRN telah menjadi bagian dari perjalanan lahirnya banyak peneliti muda Indonesia yang kini berkiprah di berbagai bidang. Kami percaya bahwa riset-riset yang lahir dari tangan mahasiswa hari ini dapat menjadi fondasi lahirnya solusi pangan, kesehatan masyarakat, dan inovasi Indonesia di masa depan. Karena itu, kami berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk berkontribusi melalui penelitian yang berdampak,” tutup Suaimi.