Pasar Laundry Tumbuh Pesat, Alliance Laundry Systems Perbesar Kapasitas Pabrik Thailand

Oleh : Hariyanto | Senin, 08 Juni 2026 - 15:16 WIB

INDUSTRY.co.id - Bangkok — Produsen peralatan laundry komersial global, Alliance Laundry Systems (ALS), memperkuat ekspansinya di Asia Pasifik melalui pembukaan fasilitas manufaktur yang telah ditingkatkan di Chonburi, Thailand. Langkah ini dilakukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan industri laundry komersial di kawasan, termasuk Indonesia yang dinilai menjadi salah satu pasar paling prospektif di Asia Tenggara.

Fasilitas baru tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi peralatan laundry komersial generasi terbaru, tetapi juga dilengkapi pusat inovasi STAR Lab (Thailand Science Technology Research Laboratory). Laboratorium ini menjadi pusat pengembangan solusi laundry pintar yang dirancang lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan pasar regional.

Managing Director Asia-Pacific Alliance Laundry (Thailand) Co., Ltd., Ben Dobbs, mengatakan investasi pada fasilitas tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat inovasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan investor.

“Selama lebih dari 118 tahun, Alliance Laundry Systems membangun reputasi berdasarkan kualitas, keandalan, dan inovasi berkelanjutan dalam industri laundry komersial. Pabrik kami di Thailand merupakan jawaban tentang bagaimana kami menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi solusi cerdas dan efisien yang menjawab tantangan operasional sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi investor dan pelaku usaha,” ujar Dobbs dalam keterangannya, Jumat (5/6).

Menurutnya, kombinasi rekayasa canggih, manufaktur presisi tinggi, serta kehadiran STAR Lab pertama di kawasan Asia Pasifik akan memperkuat posisi perusahaan dalam menghadirkan produk yang mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung kebutuhan bisnis jangka panjang pelanggan.

Pertumbuhan industri laundry komersial di Asia Pasifik terus didorong oleh urbanisasi, meningkatnya daya beli masyarakat kelas menengah, serta ekspansi sektor perhotelan. Di Indonesia, tren penggunaan layanan laundromat semakin menguat seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang membutuhkan layanan praktis dan efisien.

Selain itu, sektor perhotelan juga semakin banyak mengalihdayakan layanan laundry untuk menekan biaya operasional, mengurangi kompleksitas pengelolaan tenaga kerja, dan meminimalkan risiko bisnis. Di saat yang sama, tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan mendorong pelaku usaha berinvestasi pada peralatan yang lebih hemat energi dan air.

Baca Artikel Lainnya

INKINDO DKI Lantik Pengurus Baru 2026, Target Jadi Barometer Nasional

Manufaktur RI Kembali Ekspansi, Menperin Agus Gumiwang: Industri Nasional Terbukti Tangguh

MINE Catat Pertumbuhan Pendapatan 18,1% pada Kuartal I 2026, Ditopang Jasa Penambangan

Indonesia sendiri dinilai sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan. Tingginya tingkat urbanisasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung mendorong permintaan terhadap layanan laundry berbasis alih daya, mulai dari laundromat swalayan hingga layanan laundry berbasis aplikasi.

Tak hanya itu, segmen usaha kecil dan menengah (UKM) juga menjadi motor utama pertumbuhan industri. Banyak pelaku usaha laundry kiloan maupun jaringan waralaba mulai beralih ke peralatan yang lebih modern dan tahan lama guna meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, fasilitas ALS di Chonburi seluas 27.000 meter persegi diposisikan sebagai pusat ekspor regional sekaligus basis peningkatan kapasitas produksi untuk pasar Indonesia. Pabrik ini menggunakan mesin presisi asal Jerman yang mampu menghasilkan komponen dengan tingkat akurasi tinggi dan kualitas yang konsisten.

ALS juga menerapkan teknologi rapid prototyping dan computer-aided engineering yang memungkinkan proses desain, simulasi, hingga validasi produk dilakukan sebelum masuk tahap produksi massal. Pendekatan tersebut diklaim mampu mempercepat pengembangan produk sekaligus memastikan standar keselamatan dan performa internasional terpenuhi.

Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan adalah Stax-X, mesin cuci dan pengering bertumpuk yang menyasar pengusaha pemula, UKM, dan operator laundry dengan keterbatasan ruang usaha. Produk ini menggabungkan fungsi pencucian dan pengeringan dalam konfigurasi vertikal dan tersedia dalam portofolio merek Speed Queen, Huebsch, IPSO, serta Primus.

Stax-X hadir dengan kapasitas 14 kilogram dan 23 kilogram serta dilengkapi fitur siklus yang dapat diprogram, sistem harga fleksibel, dan fitur upselling untuk meningkatkan potensi pendapatan operator. Produk tersebut dikembangkan dan diuji di STAR Lab guna memastikan standar performa dan keselamatan sebelum dipasarkan.

Di luar aspek manufaktur, ALS juga menekankan pentingnya layanan purna jual sebagai bagian dari nilai investasi bagi pelanggan. Perusahaan menyediakan dukungan mulai dari perencanaan lokasi usaha, desain tata letak, ketersediaan suku cadang asli, bantuan teknis, hingga perlindungan garansi.

“Investor tidak hanya membeli mesin. Mereka membutuhkan dukungan menyeluruh sepanjang perjalanan bisnis, dari awal hingga akhir. Karena itu, setiap keputusan yang kami ambil—mulai dari rekayasa, distribusi, hingga layanan—dirancang untuk melindungi investasi mereka dan mendukung imbal hasil jangka panjang,” kata Dobbs.

Melalui jaringan distributor dan depot suku cadang regional yang telah dibangun di berbagai negara, ALS optimistis dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan responsif bagi pelanggan di Indonesia. Strategi tersebut diharapkan memperkuat posisi perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan industri laundry komersial yang semakin mengutamakan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan.