XPENG Ambil Alih Kendali Manufaktur EV ERAL di Indonesia

Oleh : Hariyanto | Senin, 18 Mei 2026 - 16:24 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) melepas mayoritas kepemilikan bisnis manufaktur dan perakitan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kepada mitra strategisnya, XPENG. Langkah ini menandai penguatan kolaborasi kedua perusahaan di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin ketat di Indonesia.

Pengalihan kendali tersebut dilakukan melalui entitas PT Era Industri Otomotif (EIDO), perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan perakitan kendaraan listrik premium merek XPENG. Sebelumnya, EIDO dikendalikan penuh oleh ERAL.

Berdasarkan kesepakatan terbaru, XPENG International Limited kini menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan sebesar 90,1 persen di EIDO. Sementara itu, porsi saham ERAL terdilusi dari 99,99 persen menjadi 9,9 persen. Komisaris Utama ERAL, Budiarto Halim, juga tercatat tidak lagi memiliki saham di perusahaan tersebut.

Transaksi tersebut dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham EIDO antara ERAL dan XPENG. Perubahan struktur kepemilikan itu telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum pada 13 Mei 2026.

Corporate Secretary ERAL, Badar Teguh Mancik Alam, menegaskan perubahan kepemilikan tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional perseroan. Menurut dia, seluruh aktivitas distribusi, penjualan hingga layanan purna jual kendaraan XPENG di Indonesia tetap dijalankan oleh ERAL melalui PT Era Inovasi Otomotif (EIVO) dan PT Era Dealer Otomotif (EDOO).

“Perubahan kepemilikan hanya terjadi pada level manufaktur melalui EIDO, entitas yang fokus pada kegiatan manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia. Dalam struktur tersebut, XPENG menjadi pemegang saham mayoritas pada EIDO,” katanya. 

ERAL memandang masuknya XPENG sebagai pengendali manufaktur EV di EIDO merupakan bagian dari strategi memperkuat kerja sama jangka panjang kedua perusahaan dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Manajemen menilai langkah tersebut dapat memperkuat kapabilitas manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di dalam negeri, sekaligus mempercepat ekspansi solusi mobilitas cerdas yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapabilitas pada aspek manufaktur dan perakitan kendaraan listrik, sekaligus mendukung fokus ekspansi dan pengembangan solusi mobilitas cerdas yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Badar.