Data Bicara! Kemenperin: Manufaktur RI Nggak Deindustrialisasi, Malah Nyerap 20,3 Juta Pekerja

Oleh : Candra Mata | Minggu, 24 Mei 2026 - 07:55 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Kementerian Perindustrian membantah sektor manufaktur Indonesia mengalami deindustrialisasi dini. Bantahan itu didasarkan pada data PDB dan tenaga kerja dari Badan Pusat Statistik.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menjelaskan, industri pengolahan tetap jadi penyumbang utama ekonomi nasional. Kontribusinya terhadap PDB nasional naik dari 17,92% pada triwulan II-2022 menjadi 19,20% di triwulan I-2026.

"Berulang kali kami membantah bahwa tidak terjadi deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi pada sektor manufaktur Indonesia. Dasarnya adalah data BPS yang menunjukkan ada tren peningkatan kontribusi PDB industri pengolahan," ujar Febri di Jakarta, Jumat 22 Mei 2026.

Febri menilai pihak yang menyebut ada deindustrialisasi keliru memahami data time series PDB 2005-2025. Perubahan konsep KBLI dan metode perhitungan PDB seri 2000 ke seri 2010 membuat data tidak bisa dibandingkan langsung. Tiga subsektor dipisah dari industri pengolahan pada 2010, sehingga angka kontribusi turun secara teknis, bukan karena kinerja melemah.

Selain PDB, penyerapan tenaga kerja juga jadi bukti. Pada 2021-2025, industri pengolahan menyerap 20,3 juta pekerja, naik 8,63% dari 18,7 juta orang. Tidak ada pergeseran tenaga kerja ke sektor lain.

"Industri pengolahan tetap mampu mempertahankan jumlah tenaga kerjanya sampai 2025 dan bahkan tumbuh rata-rata 2,78% per tahun. Tidak ada shifting keluar sektor ini," kata Febri.

Untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, pertumbuhan industri pengolahan pada 2025 mencapai 5,30%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,11%. Febri menyebut ini hasil arahan Presiden Prabowo dalam Asta Cita yang berpihak pada industri nasional.

Investasi juga melonjak. Hingga 23 April 2026, 633 perusahaan melaporkan pembangunan fasilitas produksi baru senilai Rp418,62 triliun dengan potensi 219.684 tenaga kerja.

Febri mengajak pelaku industri tetap optimis. Pemerintah akan terus membela kepentingan industri dan pekerja di tengah ketidakpastian global.

Baca juga: Sejarah Berdirinya Kemenperin: Peran Menperin dalam Industri Nasional