MoLiNas Resmi Mengaspal, Menperin Agus Gumiwang Bidik RI Jadi Raja Motor Listrik

Oleh : Ridwan | Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:35 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). 

Peluncuran ini menjadi sinyal kuat pemerintah untuk mempercepat transformasi industri kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi basis produksi kendaraan listrik berdaya saing global.   Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, MoLiNas bukan sekadar peluncuran produk, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional dari hulu hingga hilir.   "Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi harus menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik yang memiliki daya saing global," ujar Agus.   Menurutnya, pengembangan MoLiNas sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian industri nasional melalui penguasaan sains, teknologi, serta peningkatan penggunaan komponen produksi dalam negeri (TKDN).   Dalam acara tersebut, Prabowo meninjau proses produksi motor listrik ALVA, mengunjungi stan ekosistem kendaraan listrik, dan menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.   Presiden juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, hingga lembaga riset dalam membangun industri kendaraan listrik nasional.   "Hari ini adalah hari yang sangat penting. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua unsur, dari perusahaan swasta, BUMN, dunia akademis, hingga para pakar riset dan pengembangan," kata Prabowo.   Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat saat ini terdapat 69 perusahaan industri kendaraan listrik roda dua dan roda tiga dengan total kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun dan nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun.   Selain itu, terdapat 14 perusahaan kendaraan listrik roda empat dengan kapasitas 409.860 unit per tahun serta 10 perusahaan kendaraan komersial listrik dengan kapasitas 7.500 unit per tahun. Total investasi industri perakitan kendaraan listrik nasional mencapai sekitar Rp30,468 triliun.   Menperin Agus menilai, kapasitas produksi tersebut menunjukkan Indonesia memiliki fondasi manufaktur yang kuat. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan utilisasi kapasitas, memperdalam struktur industri, dan memperbesar penggunaan komponen dalam negeri.   Perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional juga terus menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, total populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 468.231 unit.   Rinciannya, kendaraan listrik roda dua sebanyak 242.909 unit, sedangkan kendaraan listrik roda empat penumpang mencapai 223.100 unit.   Kemenperin mencatat pertumbuhan kendaraan listrik nasional selama periode 2020-2025 mencapai CAGR lebih dari 150%, dengan roda dua dan roda empat menjadi motor utama pertumbuhan.   "Semakin banyak kendaraan listrik digunakan masyarakat, semakin besar pula komponen yang diproduksi di Indonesia, investasi yang masuk, teknologi yang kita kuasai, serta aktivitas industri yang tumbuh di dalam negeri," ujar Menperin Agus.   Pemerintah juga terus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hingga 22 Juli 2026, terdapat 48 perusahaan dengan 213 produk kendaraan listrik yang telah memiliki sertifikat TKDN.   Untuk kendaraan listrik roda dua dan roda tiga, capaian TKDN berada di kisaran 27%-74,27%, dengan rata-rata 47,5%. Sementara kendaraan listrik roda empat telah mencapai 80,01%.   Pemerintah menargetkan TKDN minimum 40% pada 2026, naik menjadi 60% pada 2027-2029, dan mencapai 80% mulai 2030.   Menperin Agus menegaskan, MoLiNas diharapkan menjadi lokomotif penguatan industri nasional, mulai dari penciptaan pasar, penguatan industri komponen, penguasaan teknologi, pembangunan SDM, hingga kegiatan riset dan pengembangan.   "MoLiNas harus menjadi salah satu lokomotif untuk mempercepat pembangunan industri nasional yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing global," pungkasnya.

Baca Artikel Lainnya

Hongqi Resmi Masuk Indonesia, Bidik Pasar SUV Listrik Premium

Prabowo Dorong Danantara Perkuat Industri Motor Listrik Nasional

Lamborghini Temerario Resmi Mengaspal di Indonesia, Supercar Hybrid 920 PS Penerus Huracan