BEFA Pilih Tahan Dividen, Kinerja Keuangan Justru Berbalik Positif

Oleh : Ridwan | Kamis, 18 Juni 2026 - 14:20 WIB

INDUSTRY.co.idBekasi – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEFA) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (18/6/2026) di Hotel Enso, Kawasan Industri MM2100, Bekasi.

Meski tidak ada pembagian dividen, perseroan justru membawa kabar positif terkait perbaikan kinerja keuangan. Setelah sempat mencatat rugi bersih pada awal tahun lalu, perusahaan kini berhasil membalikkan keadaan dengan kembali mencetak laba.

“Keputusan tidak membagikan dividen dilakukan untuk memperkuat modal kerja sekaligus mendukung rencana pengembangan usaha perusahaan ke depan,” kata Media Relations BEFA, Rika Mandasari.

Sepanjang tahun 2025, BEFA mencatat penjualan lahan atau marketing sales sebesar 15 hektare dengan nilai mencapai Rp422 miliar. Sementara pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp427 miliar.

Kontribusi terbesar berasal dari penjualan lahan senilai Rp220 miliar, sedangkan sisanya berasal dari pendapatan berulang (recurring income) seperti maintenance fee, service charges, air, hingga pendapatan sewa yang mencapai Rp207 miliar.

Sementara dari sisi laba, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp30 miliar selama tahun 2025.

Memasuki awal 2026, kinerja perusahaan menunjukkan tren yang semakin membaik. Pada kuartal I-2026, pendapatan BEFA mencapai Rp90 miliar atau naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp45 miliar.

Lonjakan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan berulang yang meningkat dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar. Selain itu, penjualan lahan juga mulai memberikan kontribusi tambahan.

Yang paling mencolok adalah perubahan kondisi laba perusahaan. Pada kuartal I-2025, BEFA masih mencatat rugi bersih Rp33 miliar. Namun setahun kemudian, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp9 miliar.

“Margin laba bersih juga ikut mengalami perbaikan drastis, dari minus 73% menjadi positif 10%,” lanjutnya.

Baca Artikel Lainnya

Suryacipta Bangun Gedung Pintar di Subang, Investor Asing Bakal Dimanjakan

Listrik Padam di Sejumlah Wilayah Jawa, HKI Kirim Sinyal Keras ke PLN dan ESDM

Jababeka (KIJA) Bagi Dividen Rp42,31 Miliar, Pemegang Saham Kantongi Rp2 per Saham

Perusahaan menargetkan penjualan (marketing sales) sebesar Rp600 miliar. Untuk mencapai target tersebut, sejumlah sektor dinilai menjadi mesin pertumbuhan utama, mulai dari sektor pergudangan dan logistik, barang konsumsi, makanan dan minuman (F&B), hingga pusat data (data center).

Di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global, BEFA menegaskan akan tetap fokus pada pengembangan bisnis kawasan industri.

Salah satu strategi yang disiapkan yakni melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk pengembangan Cluster Data Center untuk menjawab meningkatnya kebutuhan sektor teknologi tinggi.

Selain itu, perseroan juga mengembangkan segmen komersial BeFa Industrial Hub berupa bangunan pabrik standar multiguna yang diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Kawasan Industri MM2100 sendiri dinilai memiliki prospek yang semakin menarik dengan dukungan pembangunan infrastruktur di sekitarnya. Kawasan ini akan dilintasi proyek JORR II Cibitung-Cilincing yang diproyeksikan meningkatkan aksesibilitas.

Tak hanya itu, kawasan tersebut juga berpotensi mendapatkan dampak positif dari berbagai proyek infrastruktur lain seperti LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, hingga pengembangan Pelabuhan Patimban.