IPO INACO 2026: Harga Saham, Kinerja Keuangan, dan Detail Lengkapnya
- PT Niramas Utama Tbk (INACO) melaksanakan IPO dengan menawarkan 350 juta saham baru atau 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor.
- Harga penawaran IPO INACO berkisar antara Rp900 hingga Rp1.120 per saham, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp392 miliar.
- Saham INACO direncanakan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.
- Pada tahun 2025, INACO mencatat penjualan sebesar Rp753 miliar dengan laba bersih Rp39 miliar atau EPS Rp39,02 per saham.
- Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi gummy candy dan pelunasan utang bank.
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Produsen makanan dan minuman penutup PT Niramas Utama Tbk yang dikenal dengan brand INACO resmi melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham biasa kepada masyarakat, atau setara dengan 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
INACO dikenal luas sebagai produsen berbagai produk makanan penutup seperti agar-agar, puding, jelly, dan gummy candy yang telah beredar di pasar domestik maupun ekspor. Dengan harga penawaran berkisar Rp900 hingga Rp1.120 per saham, IPO ini berpotensi menghimpun dana hingga Rp392 miliar.
Daftar Isi- Profil Perusahaan INACO
- Detail IPO INACO
- Kinerja Keuangan INACO
- Penggunaan Dana IPO
- Struktur Pemegang Saham
- FAQ
Profil Perusahaan INACO
PT Niramas Utama Tbk berkedudukan di Bekasi, Jawa Barat, dengan kegiatan usaha utama bergerak di bidang industri makanan dan minuman penutup. Perseroan telah memiliki empat lokasi pabrik yang tersebar di Indonesia:
- Pabrik Bekasi: Jl. Bekasi Tambun KM.39.5, Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
- Pabrik Pontianak: Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
- Pabrik Pandaan: Jl. Randupitu-Gunung Gangsir No.13, Kulak Nogosari, Kec. Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur
- Pabrik Sukabumi: Jl. Pelabuhan II No.150, Warudoyong, Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat
Produk-produk INACO meliputi agar-agar, puding, jelly, dan gummy candy yang telah dipasarkan baik secara domestik maupun internasional. Dengan jaringan distribusi yang luas dan brand awareness yang kuat, INACO menjadi salah satu pemain utama di segmen makanan penutup di Indonesia.
Baca Artikel Lainnya
Investasi Emas vs Saham, Mana yang Untung juni 2026?
INDODAX Bagi-Bagi Privilege Baru, Member Bisa Masuk Lounge Bandara Lebih Murah
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Lewat Investasi ETF Emas
Detail IPO INACO
Berikut adalah informasi lengkap mengenai IPO INACO yang perlu diketahui calon investor:
| Keterangan | Detail |
| Nama Perusahaan | PT Niramas Utama Tbk |
| Kode Saham | INACO |
| Jumlah Saham Ditawarkan | 350.000.000 saham (25,93%) |
| Harga Penawaran | Rp900 - Rp1.120 per saham |
| Nilai Nominal | Rp100 per saham |
| Total Dana IPO | Maksimal Rp392 miliar |
| Penjamin Pelaksana | PT Sucor Sekuritas |
Jadwal IPO INACO:
| Tahapan | Tanggal |
| Masa Penawaran Awal (Book Building) | 15 - 22 Juni 2026 |
| Tanggal Efektif OJK | 29 Juni 2026 |
| Masa Penawaran Umum | 1 - 3 Juli 2026 |
| Tanggal Penjatahan | 3 Juli 2026 |
| Tanggal Distribusi Saham | 6 Juli 2026 |
| Pencatatan di BEI | 7 Juli 2026 |
Seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO ini merupakan saham baru yang diterbitkan dari portepel Perseroan. Saham-saham tersebut memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh, termasuk hak atas pembagian dividen, hak suara dalam RUPS, dan hak pemesanan efek terlebih dahulu.
Kinerja Keuangan INACO
Berikut adalah ringkasan laporan keuangan konsolidasian Perseroan berdasarkan prospektus IPO:
Laporan Laba Rugi (dalam Miliar Rupiah):
| Keterangan | 2025 | 2024 | 2023 |
| Penjualan | Rp753,1 M | Rp788,4 M | Rp838,9 M |
| Beban Pokok Penjualan | Rp(462,3) M | Rp(528,8) M | Rp(592,7) M |
| Laba Bruto | Rp290,8 M | Rp259,6 M | Rp246,3 M |
| Laba Sebelum Pajak | Rp51,7 M | Rp20,2 M | Rp6,6 M |
| Laba Bersih | Rp39,0 M | Rp11,6 M | Rp1,7 M |
| EPS (Laba Per Saham) | Rp39,02 | Rp12,92 | Rp2,40 |
Posisi Keuangan (dalam Miliar Rupiah):
| Keterangan | 2025 | 2024 |
| Total Aset | Rp552,1 M | Rp522,6 M |
| Total Liabilitas | Rp406,6 M | Rp404,1 M |
| Total Ekuitas | Rp145,5 M | Rp118,5 M |
Baca Juga: 5 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp 10 Jutaan
Penggunaan Dana IPO
Seluruh dana yang diperoleh dari IPO INACO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dialokasikan untuk empat kebutuhan utama:
1. Penyertaan Modal ke PT NPS (51,04%)
Sekitar 51,04% dana IPO akan digunakan untuk penyertaan modal kepada perusahaan anak, yaitu PT NPS, dalam bentuk ekuitas. Dana tersebut selanjutnya akan digunakan oleh PT NPS untuk belanja modal, termasuk pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi serta peralatan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly guna mendukung peningkatan permintaan domestik dan ekspor.
2. Belanja Modal Logistik (18,36%)
Sekitar 18,36% akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin yang terdiri dari pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi, peralatan dan perlengkapan, guna meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik.
3. Pelunasan Utang Bank (10,63%)
Sekitar 10,63% akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Total pokok pinjaman per 31 Maret 2026 adalah sebesar Rp94 miliar, dan setelah pembayaran, saldo kewajiban akan menjadi Rp54 miliar.
4. Modal Kerja (19,97%)
Sisanya sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja, meliputi pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, serta kegiatan pemasaran guna mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha Perseroan.
Struktur Pemegang Saham
Sebelum IPO:
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Persentase |
| PT Niramas Utama International | 998.000.000 | 99,80% |
| Sadikun Wiratno | 2.000.000 | 0,20% |
| Total | 1.000.000.000 | 100,00% |
Setelah IPO (Proforma):
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Persentase |
| PT Niramas Utama International | 998.000.000 | 73,92% |
| Sadikun Wiratno | 2.000.000 | 0,15% |
| Masyarakat (IPO) | 350.000.000 | 25,93% |
| Total | 1.350.000.000 | 100,00% |
Total saham yang akan dicatatkan di BEI adalah sebanyak 1,35 miliar saham, atau 100% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Baca Juga: APK Penghasil Uang Langsung ke DANA Gopay Trending Juni 2026: Apa Aja Risikonya?
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa itu IPO INACO?IPO INACO adalah Penawaran Umum Perdana Saham yang dilakukan oleh PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman penutup dengan brand INACO. Perseroan menawarkan 350 juta saham baru dengan harga Rp900 - Rp1.120 per saham.
Kapan saham INACO dicatatkan di BEI?Saham INACO direncanakan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 7 Juli 2026, setelah melalui masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026.
Berapa harga IPO INACO?Harga penawaran IPO INACO berkisar antara Rp900 hingga Rp1.120 per saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Berapa laba bersih INACO pada tahun 2025?Pada tahun 2025, INACO mencatat laba bersih sebesar Rp39 miliar atau Rp39,02 per saham.
Apa saja produk INACO?Produk INACO meliputi agar-agar, puding, jelly, dan gummy candy yang dipasarkan baik secara domestik maupun ekspor. Perseroan memiliki empat pabrik yang tersebar di Bekasi, Pontianak, Pandaan (Jawa Timur), dan Sukabumi.
Siapa penjamin pelaksana emisi IPO INACO?Penjamin Pelaksana Emisi Efek untuk IPO INACO adalah PT Sucor Sekuritas, yang menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap seluruh saham yang ditawarkan.
Berapa total dana yang dihimpun dari IPO INACO?Total dana yang dihimpun dari IPO INACO mencapai maksimal Rp392 miliar, yang berasal dari penawaran 350 juta saham dengan harga Rp900 - Rp1.120 per saham.
- Jumlah Saham IPO: 350 juta saham baru (25,93%) dengan harga Rp900 - Rp1.120 per saham
- Total Dana IPO: Maksimal Rp392 miliar untuk ekspansi produksi dan pelunasan utang
- Tanggal Pencatatan: Saham INACO dicatatkan di BEI pada 7 Juli 2026
- Kinerja Keuangan 2025: Penjualan Rp753 miliar, laba bersih Rp39 miliar (EPS Rp39,02)
- Penggunaan Dana: 51% untuk ekspansi gummy candy, 18% logistik, 11% pelunasan utang, 20% modal kerja