CLEO Bidik Pertumbuhan Dobel Digit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Tambah Tiga Pabrik Baru Tahun Ini
INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi dunia usaha sepanjang 2026, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) tetap memasang target pertumbuhan agresif. Emiten berkode saham CLEO itu optimistis mampu mempertahankan laju penjualan dan mencetak pertumbuhan dobel digit sepanjang tahun ini.
Optimisme tersebut ditopang oleh daya beli masyarakat yang dinilai masih terjaga. Data hingga April 2026 menunjukkan tingkat daya beli berada di kisaran 5,61%, memberikan keyakinan bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi sekaligus menjaga momentum pertumbuhan.
CEO CLEO Melisa Patricia mengatakan kondisi konsumsi masyarakat yang relatif stabil menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri barang konsumsi, termasuk sektor AMDK.
“Daya beli masyarakat yang tetap terjaga merupakan kunci pembuka bagi pintu pertumbuhan dalam industri apapun. Perseroan juga melihat bahwa dari tahun ke tahun industri AMDK konsisten bertumbuh. Oleh karenanya, sekalipun ketidakpastian ekonomi tetap menjadi tantangan yang nyata, tetapi CLEO tetap optimis akan tetap bisa meraih kinerja penjualan positif tahun ini,” ujar Melisa dalam keterangan resminya, Sabtu (31/5).
Prospek tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan industri AMDK nasional yang selama beberapa tahun terakhir mampu mencatatkan kenaikan stabil di kisaran 5% hingga 8% per tahun. Konsistensi pertumbuhan industri itu menjadi sinyal bahwa permintaan terhadap produk air minum kemasan masih tetap kuat meski kondisi ekonomi global dan domestik menghadapi berbagai tantangan.
Di level perusahaan, CLEO juga mengawali tahun ini dengan performa yang solid. Pada periode awal 2026, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp774,4 miliar atau tumbuh 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih konsolidasi mencapai Rp122,6 miliar, meningkat 5,2% secara tahunan.
Menurut Melisa, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa strategi bisnis yang dijalankan perusahaan masih berada di jalur yang tepat.
“Yang membuat kami semakin optimis dalam memandang prospek tahun ini adalah fakta bahwa pertumbuhan kinerja yang solid ini didorong seluruh segmen bisnis Perseroan,” katanya.
Untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan, CLEO memilih mempercepat ekspansi di saat sebagian pelaku usaha cenderung bersikap lebih konservatif. Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan kapasitas produksi sekaligus penguatan portofolio produk.
Pada tahun ini, perusahaan akan mengoperasikan tiga fasilitas produksi baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Pabrik di Palu dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, sementara fasilitas di Pontianak dan Pekanbaru akan menyusul pada kuartal IV 2026.
Penambahan tiga pabrik tersebut diyakini akan memperluas jangkauan distribusi perusahaan, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperkuat penetrasi pasar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain memperbesar kapasitas produksi, CLEO juga terus memperluas variasi produk untuk menjangkau segmen pasar yang lebih beragam. Strategi diversifikasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan daya saing di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, perseroan meluncurkan Cleo Platine Water Glass 750 ml dan Cleo Platine Sparkling Water Glass 750 ml yang menyasar segmen premium, khususnya restoran, hotel, serta special outlet lainnya. Produk tersebut resmi diperkenalkan pada 30 Mei 2026.
Manajemen menilai kombinasi antara ekspansi kapasitas, penguatan jaringan distribusi, dan inovasi produk akan menjadi mesin utama pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
“Secara konsisten kami terus melakukan ekspansi dan inovasi, bukan hanya sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan AMDK di Tanah Air. Dengan strategi yang diterapkan tersebut, kami optimis CLEO akan dapat meraih pertumbuhan dobel digit tahun ini,” tutup Melisa.
Dengan kinerja yang masih tumbuh dua digit pada awal tahun serta tambahan kapasitas produksi yang segera beroperasi, CLEO tampak berupaya memanfaatkan momentum pertumbuhan konsumsi domestik untuk memperkuat posisinya di industri AMDK nasional yang tetap menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian ekonomi.