Siswi SMA Ini Meriset Solusi AI untuk Atasi Blackout di Desa Indonesia

Oleh : Wiyanto | Rabu, 27 Mei 2026 - 22:20 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Di tengah meningkatnya tantangan pemadaman listrik di wilayah pedesaan Indonesia, seorang siswi SMA menghadirkan gagasan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menarik perhatian dalam forum inovasi pelajar tingkat Jakarta. Di saat bangsa berbicara tentang ketahanan energi dan pemerataan pembangunan, gagasan yang dibawa Elaine Wynette Wijaya hadir seperti jawaban kecil dari generasi muda terhadap persoalan besar Indonesia.

Elaine Wynette Wijaya, siswi SMA Pelita Harapan Karawaci, menjadi salah satu pembicara dalam Jakarta Scholars Symposium (JSS) 2026 yang digelar Rabu, 27 Mei 2026 di Soehanna Hall, Energy Building SCBD, Jakarta. 

Dalam forum tersebut, Elaine mempresentasikan riset bertajuk penggunaan AI untuk membantu mencegah pemadaman listrik di desa-desa Indonesia.  

Penelitian Elaine menyoroti persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah seperti Papua, Aceh, dan Lombok. Menurut riset yang ia susun, kondisi geografis yang sulit, infrastruktur transmisi yang rapuh, hingga tingginya ketergantungan pada microgrid membuat banyak desa rentan mengalami blackout berulang.

“Pemadaman listrik bukan hanya soal ketiadaan penerangan, tetapi sudah menjadi krisis multidimensi yang menghambat produktivitas ekonomi, layanan kesehatan, hingga pendidikan masyarakat desa,” ujar Elaine dalam draft risetnya.

Melalui pendekatan AI berbasis machine learning, deep learning, dan reinforcement learning, Elaine menjelaskan sistem pintar dapat memprediksi pola konsumsi energi, mendeteksi gangguan jaringan dalam hitungan detik, serta mengatur distribusi daya secara otomatis.

Dalam riset tersebut disebutkan bahwa penerapan AI pada sistem kelistrikan pedesaan berpotensi mengurangi frekuensi pemadaman hingga 15 persen dan menekan biaya operasional hingga 25,6 persen. Teknologi ini juga dinilai dapat membantu mempercepat pemulihan listrik saat terjadi kerusakan jaringan.

Di tengah banyaknya diskusi mengenai bonus demografi dan masa depan Indonesia, kehadiran Elaine memperlihatkan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi mulai menawarkan solusi nyata bagi persoalan bangsa. Dari ruang kelas sekolah menengah, gagasan tentang AI, energi, dan desa mulai dipertemukan dalam satu visi: Indonesia yang lebih merata dan tangguh.

“Kecerdasan buatan menawarkan harapan nyata untuk mengakhiri siklus pemadaman yang telah lama menjadi beban masyarakat desa,” tulis Elaine dalam penelitiannya.

Selain membahas solusi teknologi, Elaine juga menekankan pentingnya pengembangan AI yang terjangkau dan mudah dipahami masyarakat. Ia mendorong pengujian langsung sistem AI microgrid di desa-desa Indonesia agar efektivitasnya dapat dibuktikan secara nyata di lapangan.

Jakarta Scholars Symposium sendiri merupakan forum independen yang memberikan panggung bagi pelajar untuk mempresentasikan gagasan dan proyek inovatif mereka terkait berbagai isu penting di Indonesia. Tahun ini, JSS menghadirkan sembilan pelajar dengan berbagai topik mulai dari lingkungan, kesehatan, energi, hingga pemberdayaan sosial.