Menteri Ekraf: Java Jazz 2026 Jadi Etalase Kekuatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia
INDUSTRY.co.id - Jakarta, International Java Jazz Festival 2026 kembali menegaskan posisinya bukan sekadar panggung musik, melainkan ruang pertemuan berbagai subsektor ekonomi kreatif yang saling menguatkan. Hal itu mendapat apresiasi dari Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menghadiri festival yang berlangsung di Nice PIK 2, Tangerang, Sabtu (30/5).
Di tengah antusiasme ribuan pengunjung yang memadati area festival, Menteri Ekraf menyaksikan penampilan sejumlah musisi Indonesia sekaligus meninjau berbagai booth kuliner yang menjadi bagian dari ekosistem acara. Menurutnya, Java Jazz telah berkembang menjadi contoh bagaimana sebuah festival mampu menghadirkan dampak ekonomi yang meluas.
“Java Jazz menunjukkan bahwa sebuah festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga menjadi ruang bagi banyak pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui karya serta produk yang mereka hadirkan,” ujar Teuku Riefky.
Sejak pertama kali digelar pada 2005 oleh Java Festival Production, International Java Jazz Festival terus tumbuh menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia. Konsistensinya menghadirkan musisi nasional maupun internasional selama lebih dari dua dekade menjadikan festival ini bagian penting dalam perjalanan industri musik Tanah Air.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai tuan rumah berbagai festival dan pertunjukan berskala internasional. Kondisi ini mencerminkan semakin kuatnya kapasitas industri kreatif nasional, mulai dari penyelenggara acara, tenaga kreatif, infrastruktur pendukung, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam rantai penyelenggaraan kegiatan.
Menteri Ekraf menilai dampak sebuah festival tidak berhenti pada pertunjukan yang tersaji di atas panggung. Aktivitas ekonomi yang tercipta turut menggerakkan berbagai sektor pendukung dan membuka peluang usaha yang lebih luas.
“Ketika ribuan orang hadir dalam sebuah festival, yang bergerak bukan hanya industri musik. Ada perputaran ekonomi yang dirasakan oleh banyak sektor sekaligus, mulai dari kuliner, transportasi, akomodasi, hingga jasa kreatif. Karena itu, festival seperti Java Jazz memiliki kontribusi penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Menteri Ekraf.
International Java Jazz Festival 2026 berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Nice PIK 2, Tangerang. Tingginya minat masyarakat yang terlihat dari ramainya pengunjung sepanjang penyelenggaraan festival menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri musik nasional sekaligus memperlihatkan semakin besarnya peran ekonomi kreatif dalam mendorong pergerakan ekonomi Indonesia.