Viralitas, Musik, dan Film: Standar Baru Industri Kreatif

Oleh : Candra Mata | Jumat, 10 April 2026 - 23:27 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ifan Seventeen menghadirkan pendekatan baru dalam industri hiburan melalui karya “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, yang memadukan musik, visual, dan distribusi digital dalam satu ekosistem terintegrasi.

Sejak dirilis 9 Januari 2026, lagu ini meraih lebih dari 50 juta stream di Spotify serta berkembang pesat di media sosial melalui penggunaan potongan lirik yang emosional. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa performa lagu kini ditentukan oleh sinergi lintas platform—streaming, media sosial, hingga eksposur visual.

Melanjutkan momentum tersebut, video klip resmi dirilis pada 10 April 2026 dalam format film pendek dengan storytelling yang kuat.

“Video ini mengisahkan seorang pria yang terjebak dalam kenangan cinta, terus merindukan sosok yang ternyata antara ada dan tiada. Plot twist emosional yang dihadirkan memperkuat makna lagu sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih dalam bagi penonton,” ujar Avesina Soebli yang bersama Jastis Arimba menjadi kreator video musik ini

“Pendengar sekarang tidak hanya ingin menikmati lagu, tapi juga memahami dan merasakan ceritanya,” ujar Ifan Seventeen. “Karena itu, kami mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih utuh, menggabungkan musik dengan narasi visual,” tambahnya.

Fenomena ini menegaskan pergeseran industri kreatif, di mana musisi juga berperan sebagai storyteller, dan video musik berkembang menjadi medium sinematik yang strategis. Kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci untuk bersaing di era attention economy.

Sebagai bagian peluncuran, Gala Premiere akan digelar untuk menghadirkan pengalaman menonton di layar lebar, mempertegas semakin cairnya batas antara konser musik dan film.

Melalui karya ini, Ifan tidak hanya menghidupkan kembali nuansa emosional khas Seventeen, tetapi juga mendorong arah baru industri: karya yang kuat adalah karya yang hidup di berbagai platform, membangun cerita, dan menghadirkan pengalaman emosional yang utuh.