Menteri Brian Yuliarto Sebut Minat Pendidikan Tinggi Kian Meningkat di Indonesia
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Dalam konferensi pers pengumuman hasil SNBT, ia menilai pelaksanaan tahun ini berlangsung lebih baik, lebih terkendali, dan semakin akuntabel.
“Kami mengapresiasi seluruh panitia SNPMB, perguruan tinggi, pengawas, teknisi, hingga semua pihak yang bekerja keras sehingga pelaksanaan tahun 2026 dapat berjalan lebih baik dan lebih terkendalikan,” ujar Brian.
Pada tahun 2026, SNBT diikuti oleh 145 perguruan tinggi negeri, yang terdiri atas 75 PTN dan 26 PTKIN sebagai PTN Akademik, serta 44 Politeknik Negeri sebagai PTN Vokasi. Total pendaftar mencapai 871.496 peserta, termasuk 372 peserta difabel. Dari jumlah tersebut, seluruh peserta tercatat memilih program studi pada Pilihan 1, sebanyak 840.722 peserta memilih Pilihan 2, kemudian 493.882 peserta memilih Pilihan 3, dan 275.053 peserta memilih Pilihan 4.
Ratusan ribu peserta tersebut memperebutkan total 286.864 kursi yang tersedia, meliputi 228.118 kursi Program Sarjana, 33.510 kursi Program Diploma 4 atau Sarjana Terapan, serta 25.236 kursi Program Diploma 3.
Brian menegaskan bahwa SNBT merupakan gerbang harapan penting bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya, meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan tinggi menjadi sinyal positif bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Kita bersyukur bahwa animo masyarakat untuk melanjutkan studi ke pendidikan tinggi semakin meningkat. Tingkat kehadiran peserta juga semakin tinggi. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin besar,” katanya.
Berdasarkan asal sekolah, jumlah pendaftar terbanyak berasal dari SMA dengan 597.849 peserta. Angka itu disusul oleh lulusan SMK sebanyak 141.330 peserta, MA sebanyak 126.505 peserta, SPK sebanyak 1.047 peserta, serta kategori lain-lain sebanyak 4.765 peserta.
Brian menilai semakin luas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi akan semakin memperbesar peluang Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Tentu ini adalah hal yang baik, karena semakin banyak masyarakat mengakses pendidikan tinggi maka semakin besar pula ruang untuk menyiapkan manusia unggul menuju Indonesia Emas tahun 2045,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Brian juga menyoroti berbagai penguatan sistem pengawasan dalam pelaksanaan SNBT 2026. Menurutnya, tahun ini panitia mampu mendeteksi dan mencegah potensi kecurangan dengan lebih efektif melalui penguatan SOP, pengawasan berlapis, hingga pemanfaatan teknologi.
“Penggunaan metal detector, face recognition, hingga penguatan AI untuk mendeteksi anomali peserta maupun hasil pekerjaan terbukti membantu proses seleksi menjadi lebih kuat dan kredibel,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah perubahan teknis dalam pelaksanaan ujian turut membuat proses seleksi menjadi lebih adil dan tertib.
Dari total pendaftar, sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lulus SNBT 2026 dengan tingkat kelulusan mencapai 29,42 persen. Rinciannya, sebanyak 108.488 peserta diterima pada Pilihan 1, kemudian 101.584 peserta pada Pilihan 2, sebanyak 32.025 peserta pada Pilihan 3, dan 14.272 peserta diterima melalui Pilihan 4.
Sebanyak 86.118 peserta yang lolos merupakan pendaftar KIP Kuliah atau setara 33,59 persen dari total peserta diterima. Selain itu, terdapat 69 peserta difabel yang berhasil lulus, terdiri atas 28 peserta tunanetra, 22 peserta tunadaksa, 17 peserta tunarungu, dan 2 peserta tunawicara.
Brian juga menyampaikan arahan Presiden terkait kebijakan bantuan sosial pendidikan, termasuk KIP Kuliah, yang akan semakin difokuskan kepada kelompok masyarakat desil 1 hingga 4 berdasarkan data terverifikasi.
“Kebijakan ini membuat bantuan pendidikan menjadi jauh lebih tepat sasaran, terutama bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Kepada peserta yang dinyatakan lulus SNBT 2026, Brian mengucapkan selamat sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan awal perjalanan baru.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, mengembangkan diri, dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Sementara kepada peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, ia meminta agar tidak berkecil hati karena masih banyak jalur pendidikan lain yang dapat ditempuh.
“SNBT bukan jalan terakhir untuk meraih pendidikan tinggi. Masih banyak kesempatan lain, termasuk perguruan tinggi swasta berkualitas yang juga mampu menyiapkan SDM unggul bagi Indonesia,” tutur Brian.
Menutup pernyataannya, Brian mengajak seluruh pihak menjaga integritas sistem seleksi nasional agar tetap profesional, transparan, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
“Yang penting adalah jangan berhenti berusaha, jangan berhenti belajar, dan jangan berhenti berkarya,” pungkasnya.