Konsumen Antisipasi Kenaikan Harga, Belanja Elektronik dan FMCG di Lazada Melejit

Oleh : Hariyanto | Selasa, 22 September 2026 - 16:27 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Kenaikan harga sejumlah produk dalam beberapa bulan terakhir mulai mendorong perubahan strategi belanja konsumen Indonesia. Momentum promosi besar di e-commerce tidak lagi sekadar dimanfaatkan untuk berburu diskon, tetapi juga menjadi kesempatan bagi konsumen untuk mengamankan kebutuhan sehari-hari dan produk bernilai tinggi sebelum terjadi kenaikan harga lebih lanjut.

Fenomena tersebut tercermin dari kinerja Lazada Indonesia selama Lazada 9.9 Mega Brands Sale yang berlangsung selama empat hari mulai 8 September 2026. Penjualan melalui LazMall, kanal yang menghimpun official store, melonjak hampir enam kali lipat dibandingkan hari biasa.

Kategori elektronik dan fast-moving consumer goods (FMCG) menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut. Penjualan pada kedua kategori masing-masing meningkat hampir 7,5 kali lipat dibandingkan hari normal.

Pada kategori elektronik, televisi dan video mencatat lonjakan paling signifikan dengan peningkatan penjualan hingga 32,5 kali lipat dibandingkan hari biasa. Pembelian produk bernilai tinggi tersebut turut didukung oleh opsi pembayaran yang semakin fleksibel, termasuk cicilan 0% menggunakan kartu kredit.

Sementara itu, kategori FMCG memperlihatkan pola belanja yang lebih berorientasi pada kebutuhan rumah tangga. Produk seperti susu, telur, buah dan sayuran menjadi barang yang paling banyak dibeli konsumen selama periode mega sale.

Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo mengatakan perubahan tersebut menunjukkan konsumen semakin mempertimbangkan aspek nilai dalam berbelanja secara online.

“Lonjakan penjualan selama Lazada 9.9 Mega Brands Sale menunjukkan tingginya kepercayaan konsumen terhadap eCommerce. Konsumen kini tidak hanya mencari harga yang menarik, tetapi juga produk berkualitas dan tepercaya dari brand lokal maupun global di LazMall,” ujar Amelia.

Menurut dia, konsumen juga memanfaatkan berbagai penawaran yang dihadirkan Lazada bersama brand partner selama periode kampanye.

Selain kebutuhan pokok dan elektronik, produk kecantikan juga mencatat peningkatan permintaan. Konsumen tercatat banyak membeli produk dalam format bundling, terutama pada kategori men's care, personal care, dan fragrance.

Tren tersebut menunjukkan bahwa promosi berbasis paket menjadi salah satu instrumen yang menarik konsumen untuk meningkatkan volume pembelian sekaligus memperoleh nilai lebih dari transaksi.

Baca Artikel Lainnya

Perkuat UMKM, Tokopedia-TikTok Shop Rilis Fitur Pilihan Busan Bareng Kemendag

Menperin Agus Optimalkan PIDI 4.0 Jadi Hub Teknologi, Gandeng 65 Mitra Industri Dukung Mitigasi Bencana

Waspada Penipuan CS Palsu Orderkuota, Nomor WhatsApp Dipastikan Tidak Resmi

AI Dorong Nilai Transaksi

Persaingan e-commerce juga mulai bergeser dari sekadar menawarkan harga murah menuju kemampuan memberikan pengalaman belanja yang lebih personal. Lazada melihat teknologi artificial intelligence (AI) mulai digunakan konsumen untuk membantu menyaring pilihan produk.

Asisten belanja berbasis AI milik Lazada, Lazzie, semakin banyak dimanfaatkan untuk memberikan rekomendasi produk berdasarkan kebutuhan dan preferensi konsumen.

Secara regional, konsumen Asia Tenggara yang menggunakan fitur AI ketika berbelanja tercatat memiliki rata-rata nilai pemesanan atau average order value (AOV) hingga 2,1 kali lipat dibandingkan konsumen yang tidak menggunakan AI.

“Kami melihat semakin banyak konsumen yang memanfaatkan AI Lazzie untuk mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan selera mereka. Data ini menunjukkan bahwa AI mulai menjadi bagian yang semakin penting bagi pengalaman belanja yang seamless, dengan membantu konsumen menyaring pilihan dan mengambil keputusan terbaik,” jelas Amelia.

Dari sisi layanan, Lazada juga mengandalkan same-day delivery dan instant delivery serta kebijakan pengembalian barang dan refund untuk memperkuat kenyamanan konsumen. Program Lazada Membership juga memberikan manfaat tambahan bagi anggota, terutama pengguna dengan level gold dan platinum.

Bagi industri e-commerce, perubahan tersebut menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan tidak hanya bergantung pada besarnya potongan harga. Kemudahan pembayaran, kecepatan pengiriman, kualitas produk, layanan purnajual, hingga kemampuan AI dalam memberikan rekomendasi menjadi bagian dari pertimbangan konsumen dalam menentukan transaksi.

Lazada menyatakan akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai brand untuk menyediakan produk berkualitas, penawaran yang relevan, serta layanan dan teknologi yang mendukung kebutuhan konsumen.

“Bagi kami, belanja cerdas bukan hanya tentang mendapatkan harga yang lebih rendah, tetapi juga tentang mendapatkan nilai yang lebih baik dari setiap pembelian. Karena itu, kami akan terus menghadirkan pilihan produk yang berkualitas, penawaran yang relevan, serta berbagai layanan dan teknologi yang membantu konsumen berbelanja dengan lebih mudah dan percaya diri,” tutup Amelia.