Mantap! Menperin Agus Gumiwang Buka Pintu IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

Oleh : Ridwan | Kamis, 11 Juni 2026 - 18:37 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional dengan mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok kendaraan listrik. 

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal, memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta memastikan pelaku IKM ikut menikmati pertumbuhan pesat industri kendaraan listrik di Indonesia.

Pertumbuhan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Untuk memperkuat daya saing industri nasional, Kemenperin menggandeng berbagai agen pemegang merek (APM) kendaraan listrik dan mempertemukan mereka dengan pelaku IKM komponen otomotif melalui program temu bisnis.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri kendaraan listrik tidak boleh hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga harus membuka peluang bagi IKM dalam negeri.

"Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik," kata Agus dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Agus, penguatan rantai pasok domestik menjadi faktor penting untuk meningkatkan kandungan lokal pada kendaraan listrik sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau melonjak 95,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, populasi motor listrik pada Februari 2026 telah mencapai 236.451 unit atau sekitar 65% dari total kendaraan listrik nasional. Adapun jumlah bus listrik hingga April 2026 tercatat sebanyak 798 unit.

Pertumbuhan tersebut turut didukung perluasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, perkembangan industri kendaraan listrik membuka peluang besar bagi IKM untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar.

"Perkembangan industri kendaraan listrik yang sangat pesat ini harus dapat dimanfaatkan oleh IKM nasional. Oleh karena itu, Ditjen IKMA memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM dan APM kendaraan listrik agar tercipta peluang kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan," ujarnya.

Baca Artikel Lainnya

Menperin Agus Gumiwang Berikan Kabar Baik: Insentif Kendaraan Listrik Masuk Tahap Final

MPMX Beberkan Strategi Besar 2026, Ekspansi ke Timor Leste hingga Garap Kendaraan Listrik

Lampaui Target, Transaksi IIMS Surabaya 2026 Tembus Rp336 Miliar

Dalam sektor kendaraan listrik roda dua, Kemenperin menggandeng PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan mempertemukan 60 IKM komponen alat angkut di Bekasi. Dari pertemuan tersebut, muncul peluang kerja sama pemasokan berbagai komponen seperti jok motor, housing plastik, mold and dies stamping hingga komponen pendukung lainnya.

Selain itu, PT Pindad (Persero) juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah IKM untuk mendukung proyek mobil nasional.

Pada sektor kendaraan listrik roda empat, bus, dan truk listrik, Kemenperin bekerja sama dengan PT SGMW Motor Indonesia serta PT VKTR Teknologi Mobilitas. Sebanyak 70 IKM komponen alat angkut dipertemukan dengan industri kendaraan listrik guna membuka peluang penyediaan komponen lokall.

Reni menegaskan, pemerintah ingin memastikan IKM tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan industri kendaraan listrik nasional.

"Temu bisnis ini merupakan jembatan konkret bagi IKM komponen alat angkut dalam negeri agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global," kata Reni.

Selain memperluas kemitraan, Ditjen IKMA juga meningkatkan kompetensi pelaku IKM melalui pelatihan perbengkelan kendaraan listrik yang mencakup pengenalan komponen, analisis kerusakan, perawatan kendaraan listrik, hingga penerapan standar keselamatan kerja.