IBM Luncurkan Bob Secara Global, Bidik Transformasi Pengembangan Perangkat Lunak Berbasis AI

Oleh : Hariyanto | Senin, 08 Juni 2026 - 10:02 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — IBM resmi meluncurkan IBM Bob secara global, sebuah mitra pengembangan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat pengembangan perangkat lunak sekaligus menjaga tata kelola, keamanan, dan kepatuhan yang dibutuhkan lingkungan enterprise.

Peluncuran ini dilakukan di tengah semakin luasnya pemanfaatan AI dalam proses pengembangan perangkat lunak. Namun, di balik percepatan tersebut, perusahaan masih menghadapi tantangan berupa sistem legacy, infrastruktur hybrid, hingga tuntutan regulasi yang kompleks. IBM menilai penggunaan AI tanpa pengawasan dan kontrol yang memadai justru dapat memperbesar risiko operasional.

IBM Bob hadir sebagai platform agentik yang mendukung seluruh siklus pengembangan perangkat lunak atau software development lifecycle (SDLC), mulai dari tahap perencanaan, pengkodean, pengujian, peluncuran, hingga modernisasi sistem. Solusi ini dibangun dengan pendekatan yang mengintegrasikan AI ke berbagai peran dalam proses pengembangan melalui standar kerja yang konsisten, playbook yang dapat digunakan kembali, serta mekanisme tata kelola berbasis human-in-the-loop.

Senior Vice President IBM Software, Dinesh Nirmal, mengatakan perusahaan saat ini berada dalam perlombaan untuk melakukan modernisasi sistem dan proses bisnis. Namun menurutnya, kecepatan tanpa kendali dapat menimbulkan risiko baru.

“Setiap bisnis berlomba untuk melakukan modernisasi. Namun, kecepatan tanpa kendali dan transparansi justru menjadi risiko. IBM Bob memungkinkan perusahaan bergerak secepat AI tanpa mengorbankan tata kelola dan keamanan yang diperlukan bisnis. Bob dirancang oleh para developer IBM untuk jutaan developer serupa di seluruh dunia, dan menjadi fondasi bagi perusahaan untuk benar-benar bertransformasi menuju AI-first,” ujarnya.

IBM menjelaskan Bob mampu mengoordinasikan berbagai agen AI spesialis yang bekerja di seluruh tahapan SDLC. Kemampuan tersebut mencakup eksplorasi kebutuhan, perancangan aplikasi, pengembangan kode, pengujian, hingga operasional sistem. Selain itu, Bob juga dirancang untuk mempercepat proyek modernisasi yang selama ini menyerap porsi besar anggaran pengembangan teknologi informasi.

Menurut IBM, sekitar 60% hingga 80% anggaran pengembangan perangkat lunak saat ini masih dialokasikan untuk aktivitas modernisasi. Dengan pendekatan agentik, Bob dapat mengelola pekerjaan lintas kode, dokumentasi, pengujian, dan pipeline secara otomatis sehingga proses modernisasi dapat diselesaikan lebih cepat.

Baca Artikel Lainnya

Cara Menggunakan Teknologi AI untuk Meningkatkan Keamanan Siber

Datadog Tunjuk Karina Gunawan Pimpin Segmen Enterprise Indonesia di Tengah Lonjakan Adopsi AI

Serangan Siber ke Sektor Keuangan APAC Meningkat, Bank dan Fintech Hadapi Risiko yang Kian Kompleks

Salah satu contohnya terjadi pada perusahaan solusi cloud Blue Pearl yang berhasil menyelesaikan peningkatan Java yang biasanya memakan waktu sekitar 30 hari hanya dalam tiga hari menggunakan Bob. Perusahaan tersebut juga menghemat lebih dari 160 jam kerja tim pengembang.

Selain mendukung produktivitas, IBM menekankan aspek keamanan menjadi bagian yang terintegrasi sejak awal proses pengembangan. Platform ini dilengkapi kemampuan standardisasi prompt, pemindaian data sensitif, penerapan kebijakan keamanan secara real-time, serta pengujian ketahanan AI langsung di dalam alur kerja pengembangan.

IBM juga mengembangkan kemampuan audit melalui BobShell, command line interface yang mencatat setiap tindakan AI secara otomatis sehingga seluruh proses dapat ditelusuri dari awal hingga akhir. Fitur ini dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan kepatuhan dan tata kelola perusahaan.

General Manager Automation & AI IBM Software, Neel Sundaresan, mengatakan tantangan terbesar perusahaan saat ini bukan lagi memilih model AI terbaik, melainkan memastikan hasil yang konsisten di tengah lanskap teknologi yang terus berkembang.

“Tim developer membutuhkan sistem yang memahami konteks penuh dari pekerjaan mereka dan mampu bertindak berdasarkan konteks tersebut. Itulah yang kami bangun melalui Bob. Bob merupakan platform agentik yang menghadirkan mitra AI dalam setiap peran di seluruh SDLC, mulai dari arsitek yang menyusun desain hingga engineer keamanan yang meninjau kode sebelum dirilis,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan model, tetapi juga bagaimana model tersebut diterapkan, bagaimana konteks disusun, serta bagaimana keterlibatan manusia tetap dipertahankan dalam proses pengambilan keputusan.

IBM mengungkapkan Bob pertama kali diterapkan secara internal pada Juni 2025 dengan melibatkan sekitar 100 pengembang. Saat ini, platform tersebut telah digunakan lebih dari 80.000 karyawan IBM di seluruh dunia.

Berdasarkan survei internal, pengguna Bob melaporkan peningkatan produktivitas rata-rata sebesar 45% dalam pekerjaan modernisasi, keamanan, dan pengembangan aplikasi baru. Tim pengembang IBM Instana melaporkan pengurangan waktu hingga 70% untuk sejumlah tugas tertentu atau setara penghematan rata-rata 10 jam kerja per minggu. Sementara itu, tim IBM Maximo mencatat efisiensi waktu sekitar 69% dalam aktivitas pembuatan dan refactoring kode.

Sejumlah perusahaan juga mulai memanfaatkan platform tersebut. Ernst & Young (EY) menggunakan Bob untuk mempercepat modernisasi platform pajak global melalui otomatisasi refactoring kode, pembuatan pengujian, dan dokumentasi.

Tax Platforms Leader and Chief Product Officer Ernst & Young LLP, Christopher Aiken, mengatakan pengembangan platform enterprise membutuhkan pemahaman mendalam terhadap logika bisnis yang telah tertanam selama bertahun-tahun.

“Mengembangkan platform enterprise tidak hanya soal kecepatan. Hal ini juga menuntut pemahaman mendalam terhadap logika yang telah tertanam, menjaga standar arsitektur, serta mengembangkan sistem secara bertanggung jawab. Tim EY memanfaatkan IBM Bob untuk menerapkan AI dalam memahami logika yang kompleks secara lebih efektif serta menyederhanakan proses penerapan perubahan,” ujarnya.

Sementara itu, Group CEO Blue Pearl, Saireshan Govender, menyebut penggunaan Bob membantu perusahaan menghadirkan manfaat bisnis yang lebih terukur melalui percepatan pengembangan aplikasi.

“Bekerja sama dengan IBM melalui Bob memungkinkan kami menghadirkan nilai yang lebih terukur,” katanya.

Perusahaan teknologi pemerintahan APIS IT juga melaporkan percepatan modernisasi sistem kritikal yang telah menanggung akumulasi utang teknis selama puluhan tahun. Solution Architect APIS IT, Veran Pokornić, mengatakan Bob mampu memangkas waktu migrasi layanan .NET yang kompleks dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa jam.

“Bob dapat memigrasikan layanan .NET kami yang kompleks hanya dalam hitungan jam, bukan berminggu-minggu,” ujarnya.

IBM Bob kini tersedia secara umum dalam model Software as a Service (SaaS) dengan opsi uji coba gratis selama 30 hari serta paket individu dan enterprise. IBM juga menargetkan menghadirkan opsi penerapan on-premises pada masa mendatang untuk memenuhi kebutuhan organisasi yang memiliki persyaratan residensi data dan regulasi yang lebih ketat.