Rights Issue SINI Berpotensi Himpun Rp3,6 Triliun untuk Akuisisi dan Pelunasan Utang

Oleh : Candra Mata | Rabu, 03 Juni 2026 - 19:35 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Singaraja Putra (SINI) menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp5.000 per saham dengan rasio 2:3, di mana setiap pemegang 2 saham lama berhak memperoleh 3 HMETD. Perseroan berpotensi menerbitkan hingga 721,5 juta saham baru, sehingga dapat menghimpun dana sekitar Rp3,6 triliun. Aksi korporasi ini juga berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga 60% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi PT Kemilau Mulia Sakti dari Petrosea (PTRO) senilai sekitar Rp1,5 triliun, melunasi lebih awal pokok utang kepada kreditur sebesar Rp900 miliar, serta mendukung kebutuhan modal kerja. Nilai akuisisi tersebut lebih rendah dibandingkan rencana awal yang sebelumnya diungkapkan perseroan, yakni sekitar Rp1,7 triliun.

PT Kemilau Mulia Sakti merupakan perusahaan holding yang memiliki sejumlah anak usaha di sektor pertambangan batu bara. Dari sisi pemegang saham, kelompok pengendali SINI yang terdiri dari PT Autum Prima Indonesia, Batubara Development Pte. Ltd., dan Hapsoro dengan kepemilikan gabungan 54,49% menyatakan akan melaksanakan sebagian haknya dengan nilai minimal Rp900 miliar atau setara sekitar 180 juta HMETD.

Sementara itu, Kreasi Jasa Persada (CUAN) yang menguasai 19,74% saham SINI akan mengalihkan seluruh HMETD miliknya kepada PTRO dengan nilai sekitar Rp712 miliar. PTRO sendiri, yang saat ini memiliki sekitar 0,25% saham SINI, akan mengeksekusi seluruh haknya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga dengan komitmen hingga Rp580,9 miliar.

Jadwal rights issue menetapkan cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Juli 2026, sedangkan perdagangan HMETD berlangsung pada 14–20 Juli 2026.