MTLA Tebar Dividen Rp9,70 per Saham, Targetkan Penjualan Nyaris Rp2 Triliun pada 2026
INDUSTRY.co.id - Bekasi - PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 untuk menyetujui laporan kinerja tahun buku 2025.
Sepanjang 2025, MTLA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miliar.
Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sekitar 18 persen dari laba bersih atau sebesar Rp9,70 per saham. Perseroan juga menetapkan dana cadangan Rp1 miliar dan sisanya sebagai laba ditahan.
Presiden Direktur MTLA, Anhar Sudradjat mengatakan, perseroan tetap menjaga fundamental usaha yang sehat melalui kontribusi pendapatan berulang (recurring revenue) dan pengembangan proyek yang selektif.
Menopang kinerja di tahun 2026, MTLA terus melanjutkan ekspansi pada lini bisnis hotel melalui pengembangan Metland Marron Hotel di Tomohon, Sulawesi Utara, yang direncanakan mulai beroperasi pada semester II tahun 2026.
Selain itu, Metland juga telah melakukan topping off Metland Smara Hotel Bekasi pada Januari lalu sebagai penanda selesainya struktur utama hotel bintang empat bisnis (city hotel) yang dilengkapi restoran rooftop dengan pemandangan Kota Bekasi.
Pada pengembangan proyek residensial, Perseroan terus melanjutkan pengembangan dan pemasaran proyek residensial melalui peluncuran produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini, seperti cluster Neora di Metland Menteng, cluster Kertanata di Metland Kertajati dan cluster Brassia Garden di Metland Cikarang.
Sementara itu, Perseroan juga melanjutkan pemasaran sejumlah produk unggulan lainnya, di antaranya cluster Walden di Metland Transyogi serta cluster Barcelona Cove, cluster South Tresor phase 2 di Metland Cyber Puri dan Havana Breeze di Metland Cibitung.
Pada sektor komersial, Metland telah mengoperasikan G’AVEnue pada 13 Februari 2026, area terbaru di Grand Metropolitan Bekasi yang mengusung konsep semi outdoor dengan dominasi tenant food & beverage guna melengkapi kebutuhan gaya hidup dan destinasi kuliner masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
Perseroan terus melakukan inovasi serta strategi pemasaran digital untuk mendukung pertumbuhan penjualan dan menjaga daya beli masyarakat. Tahun 2026 MTLA menargetkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue hampir sebesar Rp2 triliun.
“Hingga April 2026, Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar, dengan kontribusi sekitar 73% berasal dari pre sales dan sekitar 27% dari recurring revenue,” tutur Anhar Sudradjat.
Perubahan Dewan Komisaris
Perseroan juga mengalami perubahan komposisi Dewan Komisaris dan Direksi, yang meliputi penambahan Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen Perseroan seiring berakhirnya masa jabatan Leland G. Rompas seiring memasuki masa pensiun sebagai Komisaris Independen Perseroan, serta pengunduran diri Santoso dari jabatan Direktur Perseroan.
Dengan demikian susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2026 - 2031 adalah sebagai berikut:
Direksi
Presiden Direktur : Anhar Sudrajat Direktur : Olivia Surodjo Direktur : Wahyu Sulistio Direktur : Andi Surya Kurnia Dewan Komisaris: Presiden Komisaris : Junita Ciputra Komisaris : Iwan Putra Brasali Komisaris : Nanda Widya Komisaris Independen : Thomas Johannes Angfendy Komisaris Independen : Lanny Bambang Sementara itu, dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025 sesuai dengan peraturan yang berlaku.