Kantongi Laba Rp1,98 Miliar di Kuartal I, CINT Mulai Bidik Segmen Kesehatan

Oleh : Hariyanto | Rabu, 06 Mei 2026 - 11:02 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Emiten manufaktur furnitur, PT Chitose Internasional Tbk (CINT), membuka tahun 2026 dengan catatan kinerja yang lebih solid. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada kuartal I-2026, seiring efektivitas strategi operasional dan mulai bergesernya fokus ekspansi ke lini bisnis baru.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, laba bersih CINT pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp1,98 miliar, naik 21% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,6 miliar.

Di sisi top line, penjualan perseroan tumbuh 6% YoY menjadi Rp114 miliar, dari sebelumnya Rp107 miliar. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa permintaan mulai membaik di tengah persaingan industri manufaktur furnitur yang masih ketat.

Direktur CINT, R Nurwulan Kusumawati, menyebut pencapaian pada awal tahun ini menjadi refleksi dari strategi yang telah disusun manajemen sejak tahun lalu, terutama setelah melakukan evaluasi terhadap tantangan operasional dan dinamika pasar.

“Kinerja Perseroan pada kuartal I 2026 mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi berkelanjutan serta komitmen untuk memberikan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nurwulan dalam keterangan resmi, Kamis (1/5).

Manajemen menilai penguatan bisnis inti masih menjadi fondasi utama pertumbuhan, khususnya pada segmen furnitur pendidikan dan perkantoran yang selama ini menjadi penopang utama pendapatan. Perseroan juga mengandalkan basis pelanggan loyal untuk menjaga stabilitas permintaan.

Namun, di tengah perubahan tren pasar, CINT mulai memperluas pijakan bisnis melalui diversifikasi produk, salah satunya masuk ke segmen healthcare atau kesehatan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih menjanjikan.

Langkah ekspansi itu diperkuat dengan revitalisasi teknologi produksi yang diarahkan untuk mendukung pengembangan lintas segmen. Perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp15 miliar pada tahun ini untuk pengembangan produk baru, peningkatan produktivitas, serta mendorong efisiensi dan efektivitas manufaktur.

Salah satu produk unggulan yang tengah didorong adalah C-Pro Airmate, material inovatif yang kini dikembangkan menjadi berbagai produk kesehatan seperti matras rumah sakit, kasur bayi, bantal tidur, hingga bantal leher.

Produk tersebut diklaim memiliki nilai tambah dari sisi keberlanjutan karena menggunakan material ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Selain itu, karakteristik produk yang mudah dibersihkan dan memiliki sirkulasi udara optimal dinilai relevan dengan kebutuhan industri kesehatan.

“Kami memandang strategi pengembangan produk yang terdiversifikasi sebagai langkah tepat untuk menjawab dinamika pasar. Kami optimis, strategi ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi Perseroan di industri furnitur dan kesehatan,” tambah Nurwulan.

Ke depan, perseroan memasang target pertumbuhan yang lebih agresif. Sepanjang 2026, CINT membidik penjualan sekitar Rp560 miliar atau naik 8% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Sementara laba bersih ditargetkan meningkat 5% menjadi sekitar Rp35 miliar.

Target tersebut mencerminkan optimisme manajemen bahwa kombinasi penguatan bisnis inti dan penetrasi pasar baru akan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan kinerja perseroan tahun ini.