Delegasi Bisnis Estonia Perkuat Kerja Sama Maritim dan Teknologi dengan Indonesia

Oleh : Hariyanto | Senin, 04 Mei 2026 - 11:04 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Estonia terus mempertegas langkah ekspansi bisnisnya di Asia Tenggara dengan membawa delegasi perusahaan maritim dan teknologi ke Indonesia. Kunjungan yang berlangsung pada 27–28 April 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor maritim, logistik, dan inovasi digital.

Delegasi bisnis tersebut terdiri dari sejumlah perusahaan dan institusi utama Estonia, seperti 5.0 Robotics, Cybernetica, Insta Globe Engineering, SRC Estonia, Port of Tallinn, Tallinn University of Technology, Varcus Solutions, Dipperfox, hingga MindChip. Kehadiran mereka mencerminkan fokus Estonia dalam pengembangan teknologi maritim, infrastruktur digital, rekayasa, dan solusi berbasis inovasi.

Salah satu agenda penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Cybernetica dan PT MultiIntegra Technology Group. Kesepakatan itu menjadi pijakan awal untuk menjajaki pengembangan infrastruktur digital maritim dan penguatan sistem keamanan siber di Indonesia.

Cybernetica sendiri membawa rekam jejak panjang di Indonesia, khususnya dalam bidang pengawasan pantai, keamanan siber maritim, dan sistem manajemen lalu lintas kapal. Sementara itu, perusahaan teknologi seperti MindChip memperkenalkan kapal otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional di sektor maritim.

Di sisi lain, Insta Globe Engineering dan SRC Group menawarkan solusi retrofit kapal, elektrifikasi, dan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari dorongan dekarbonisasi industri pelayaran. Upaya ini dinilai sejalan dengan agenda transformasi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi laut.

Dalam aspek pengelolaan pelabuhan dan logistik, Port of Tallinn membagikan pengalaman pengembangan pelabuhan pintar berbasis digital dan optimasi infrastruktur. Sementara kapasitas riset dan inovasi diwakili Marine Technology Competence Centre (MARTE) di bawah Tallinn University of Technology yang fokus pada pengembangan teknologi maritim terapan dan sistem otonom.

Rangkaian kunjungan delegasi Estonia juga diisi dengan pertemuan tingkat tinggi government-to-government (G2G) dan business-to-business (B2B) bersama sejumlah pemangku kepentingan utama Indonesia, mulai dari Pelindo, Pertamina, Pelni, Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA), hingga Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Pembahasan difokuskan pada peluang kolaborasi di bidang pengelolaan pelabuhan, logistik cerdas, keselamatan maritim, keamanan siber, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Puncak agenda kunjungan itu adalah penyelenggaraan Indonesia Estonia Maritime Business Forum pada 28 April 2026 yang menghadirkan lebih dari 100 peserta dari unsur pemerintah, industri, dan akademisi. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara, mempresentasikan teknologi, sekaligus membahas peluang investasi dan kerja sama konkret.

Menteri Infrastruktur Estonia, Kuldar Leis, menegaskan forum tersebut dirancang sebagai penghubung strategis antara sektor swasta Indonesia dan Estonia.

“Estonia Maritime Delegation Forum dirancang sebagai jembatan antara sektor swasta kedua negara. Dengan mempertemukan perwakilan pemerintah dan pelaku industri, kami membuka peluang kolaborasi yang nyata,” ujar Kuldar Leis.

Menurut dia, penguatan kerja sama business-to-business menjadi elemen penting dalam mempercepat arus inovasi, pertukaran pengetahuan, hingga investasi lintas negara.

“Penguatan keterlibatan business-to-business (B2B) sangat penting agar inovasi, pertukaran pengetahuan, dan investasi dapat mengalir antara kedua negara, serta memberikan manfaat ekonomi bersama,” katanya.

Estonia memosisikan diri sebagai salah satu pusat keunggulan maritim di kawasan Eropa dengan ekosistem industri yang berkelanjutan, aman, dan inovatif. Dukungan teknologi digital, komitmen pada keberlanjutan, serta iklim bisnis yang kolaboratif menjadi modal utama negara tersebut dalam memperluas kemitraan internasional.

Bagi Indonesia, kolaborasi ini dinilai strategis seiring ambisi pemerintah mempercepat digitalisasi sektor maritim, memperkuat keamanan siber, serta mengembangkan infrastruktur pelabuhan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan fokus pada transformasi digital, teknologi hijau, inovasi maritim, smart city, pendidikan, dan e-governance, forum bisnis Estonia–Indonesia menjadi langkah konkret untuk mengonversi kepentingan bersama menjadi kemitraan jangka panjang yang bernilai ekonomi.

Kunjungan delegasi ini sekaligus menegaskan komitmen Estonia untuk mendukung transformasi sektor maritim Indonesia melalui solusi inovatif dan berkelanjutan, sembari membuka jalan bagi ekspansi bisnis perusahaan-perusahaan Estonia di pasar Asia Tenggara.