Krisis Selat Hormuz Guncang Pasokan, Lotte Chemical Utamakan Industri RI
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak langsung pada industri dalam negeri. Gangguan distribusi energi di kawasan Selat Hormuz membuat pasokan bahan baku petrokimia global terganggu, memaksa pelaku industri melakukan berbagai langkah darurat.
PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) menjadi salah satu perusahaan yang merespons cepat kondisi ini. Di tengah tekanan rantai pasok global, LCI memilih untuk memprioritaskan kebutuhan pasar domestik guna menjaga stabilitas industri hilir nasional.
Direktur Management Support PT Lotte Chemical Indonesia, Cho Jin-Woo mengatakan bahwa perusahaan saat ini memfokuskan alokasi produksi untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keberlangsungan sektor manufaktur yang bergantung pada pasokan bahan baku petrokimia.
“Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri,” ujar Cho dalam keterangan resminya, Rabu (8/4).
Menurutnya, gangguan di jalur logistik global telah mempengaruhi ketersediaan bahan baku utama seperti nafta dan LPG. Kondisi ini memaksa perusahaan untuk mencari sumber alternatif demi menjaga operasional tetap berjalan.
Namun, perubahan jalur pengadaan tersebut berdampak pada penurunan tingkat produksi. Cho mengungkapkan, saat ini LCI masih beroperasi, tetapi dengan kapasitas yang disesuaikan.
“Kami melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan transparansi kondisi terkini seiring perkembangan situasi global,” katanya.
Di tengah tantangan ini, LCI juga mendorong adanya dukungan dari pemerintah untuk menjaga stabilitas industri. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain penyederhanaan regulasi impor bahan baku, penerapan bea masuk 0 persen untuk LPG, serta pemberian insentif fiskal sementara.
Selain itu, perusahaan juga berharap adanya dukungan dalam memastikan jalur distribusi yang aman, khususnya bagi kapal pengangkut bahan baku yang saat ini terdampak di kawasan Selat Hormuz.
Cho menilai, intervensi pemerintah tidak hanya penting untuk menghadapi krisis saat ini, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional ke depan.
“Kami berharap dukungan kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi tetap berjalan dan memberikan dampak positif bagi program hilirisasi,” ujarnya.
LCI juga menyampaikan komitmennya untuk menjaga komunikasi yang transparan dengan pelanggan dan pemangku kepentingan selama periode ketidakpastian ini.